Sabtu, 11 Juni 2011

[Yuya] - Kokuhaku Time -part6(end)-

Konbanwaa~~
Tumben OL malem-malem.... mumpung libur....
Naa, hari ini mau nge-post part terakhir kokuhaku....
Terus setelah ini, mau mulai ngepost fanfic takumi-kun....
hahay,
Jaa, hajimemashou~~
==========
Kokuhaku Time Part 6
Character : Endou Yuya, Kento Ono, Nakajima Yuto, Haruna, Yamada Ryosuke, Sakamoto haruki(ceritanya dia sepupunya yamada), Nishii Yukito, Hirano, Yuki(me)
==========

“ k… kok bisa?” Tanya kento. Orang yang disukai haruna di luar dugaan mereka semua.

“ k… kenapa kalian di sini?” Tanya haruna malu.

“ kami mengikuti yuya seharian. Karena tumben-tumbennya hari ini ia nggak datang ke ruang osis. Yang lebih penting….. Kamu suka yamada?” kento mencoba memperjelas. Haruna mengangguk malu. “ maaf, tapi orang yang selama ini kamu ceritakan itu bukan yuya melainkan yamada?” lagi, haruna mengangguk. “ lalu, bukannya tahu orang yang kamu suka itu waktu pengangkatan osis? Sedangkan yang diangkat secara resmi hanya aku, Kanata,  yuya dan yuto kan…..”

“ ah, itu….. bukan itu maksudku…. Aku lihat yamada pertama kali memang saat pengangkatan osis. Tapi, aku lihatnya waktu kalian di ruang osis. Bukannya tiap pengangkatan pasti ada saat kalian menyematkan lencana osis di baju calon osis kan?” kento mengangguk. “ saat kalian menyematkan lencana osis itu, aku kebetulah lewat di depan jendela ruang osis.”

“ o…oh…. Waktu itu toh…” kalau dipikir-pikir memang benar sih. Walau yamada nggak dilantik secara resmi, tapi ritual pengangkatan itu mereka lakukan di ruang osis. Bukan karena apa, tapi proposal mereka untuk mengadakan pelantikan resmi ditolak karena baru beberapa bulannya mereka melantik yuto.

“ aaah, aku ingat….. Kamu cewek yang waktu itu pulang malem itu kan? Ah iya, pantesan rasanya pernah lihat dimana….” Yamada yang sedari tadi diam, mulai bicara. Haruna mengangguk.

“ pulang malem?” Tanya kento tak mengerti. Atau lebih tepatnya pura-pura tak mengerti. Karena sejak tadi ia sudah memikirkan semuanya. 

“ iya, waktu itu…. Aku bantu kamu ngapain ya? Pokoknya aku lihat dia masih di kelas, aku samperin deh…”

“ waktu itu aku piket. Sedangkan semua teman yang piket di hari yang sama buru-buru pulang karena berbagai urusan. Akhirnya karena Cuma aku yang piket, aku agak kerepotan. Aku menyelesaikan tugas piket satu persatu. Tapi nggak terasa langit udah mulai gelap. Waktu itu yamada-kun datang dan menawarkan bantuan…..” haruna menjelaskan. Kento jadi semakin mengerti.

“ ternyata….. maaf, kami sudah mengira yang nggak-nggak….” Kento membungkukkan badannya.

“ eh, nggak apa-apa kok…. Aku Cuma…. Aku juga salah, nggak bilang siapa orang yang kusuka dari awal. Makanya kalian salah kira.” Haruna ikut membungkuk.

“ em…. Yah, lanjutkan saja. Kami pergi dulu…” kento mulai berjalan mundur.

“ ah, tidak usah. Kalian tidak mengganggu kok. Aku…. Cuma mau denger jawaban yamada-kun…” haruna menundukkan kepala untuk menutupi wajahnya yang memerah.

“ ah…. Itu….” Yamada menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “ sebenarnya…”

“ nggak boleh!” seru seseorang yang tiba-tiba datang, dan menarik yamada.

“ haru?” yamada kaget mengetahui haru sudah ada di sebelahnya dan menarik tangannya.

“ Pokoknya nggak boleh. Ayo pulang…” haru menyeret yamada meninggalkan halaman belakang. Meninggalkan kento dan yuto yang asik berdiskusi*entah mendiskusikan apa*, haruna yang bengong melihat yamada yang diseret haru, yuya yang bengong karena shock, yuki yang asik mencolek-colek yuya yang bengong, dan Kanata yang, entah ngapain, di dekat pohon sakura. 

Keesokan harinya di kediaman hanagawa…….

“ aniki, bagaimana hasilnya kemarin?” yukito bertanya dengan polosnya tanpa tahu kejadian kemarin. Yukito tahu kalau kemarin yuya dipanggil haruna, tapi dia nggak tahu apa yang terjadi kemarin.
Tanpa menjawab yuya menjitak kepala yukito, kemudian meninggalkan bocah yang sedang meringis kesakitan memegang kepalanya itu. Yuki yang sejak kemarin jahilnya kumat, menghampiri yukito dan mengelus kepalanya.

“ kamu sebelum Tanya ke niichan, Tanya ke aku dulu napa….” Saran yuki.

“ emangnya kemarin gimana?”

Yukipun dengan bangga menceritakan sedetilnya kejadian kemarin.

“ jadi…. Bukan aniki?” yukito mencoba menyimpulkan cerita yuki. Yang ditanya hanya mengangguk. “ kasian aniki ya…..”

“ tapi aku lebih kasian sama haruna senpai. Apalagi kalau emang niichan yang disukai haruna senpai.”

Ternyata godaan bagi yuya tidak hanya di rumahnya. Karena keesokan harinya begitu ia sampai di ruang osis, yuto dan kento meliriknya sejenak, kemudian berbisik di pojokan meja kento.

“ boleh aku minta tolong?” ujar yuya begitu sampai di mejanya. “ jangan bahas masalah waktu itu lagi. Mengerti?”

“ ryoukai…..” kento dan yuto menjawab bersamaan.

Di kelaspun, yuya disambut pandangan bersinar hirano.

“ ah iya,aku lupa masih ada orang ini….” ujar yuya dalam hati.

“ ne, yuya, bagaimana?” sambut hirano begitu yuya duduk di bangkunya.

“ silakan bertanya, dan besok aku mengajukan namamu untuk masuk ke osis menggantikan aku…” ancam yuya. Hiranopun diam mendengar ancaman yuya. Lebih baik diam dibandingkan bertanya pada yuya, yang berujung namanya diajukan sebagai pengganti yuya. 

Sedangkan, tak ada seorangpun yang sadar bahwa Kanata menghilang sejak kejadian itu….
==========
End
Aneh.....
Jaa, Mata nee~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar