Kamis, 09 Juni 2011

[Yuya] - Kokuhaku Time - Part5-

Konnichiwaa~~
Udah lama kokuhaku-nya nggak berlanjut.... berhubung ada desakan dari haru, mari kita lanjutkan cerita penderitaan yuya Kokuhaku Time....

Hajimemashouuuu~~
==========
Kokuhaku Time Part 5
Character : Endou Yuya, Kento Ono, Nakajima Yuto, Kanata Hongo, Yukito Nishii, Yuki(me), Haruna, Hirano(entah siapa), Yamada Ryosuke
==========
“…….. Niichan kenapa?” Tanya yuki melihat kakaknya bengong di depan meja makan.  Yukito hanya menggelengkan kepala.

“ kenapa nggak coba ditanya?” ujar yukito polos. Diikuti lirikan berjuta arti yuki. “ nani?” tanyanya mulai curiga melihat pandangan yuki.

“ kamu kan anak baik dan polos. Jadi mungkin niichan mau cerita sama kamu. Ya?” yuki mengelus kepala yukito. Yang dielus hanya memandang pasrah ke arah kakaknya.

“ ya udah….” Yukito beranjak dari tempatnya mengintip. Perlahan bocah itu menghampiri meja makan. Kemudian duduk berseberangan dengan yuya. “ ano…. Aniki…. Kenapa? Kok bengong?” walau ditanya begitu, yang ditanya tak bergerak sedikitpun. “ hooooi, Anikiiiiii….” Yukito mencolek-colek tangan yuya. Hasilnya sama, tak bergerak sedikitpun. Yukito melirik yuki yang masih diam di tempatnya menguntit. Yang dilirik hanya menggelengkan kepala. “ umm… An….niki …. Ah iya, tadi aku akhirnya ketemu yang namanya haruna….”

Yuya mendadak terbatuk. Yukito yang merasa ada sesuatu antara yuya dan haruna punya ide untuk menjahili kakaknya yang sepertinya sudah kembali ke dunia nyata itu.

“ are? Aniki kenapa?” tanyanya pura-pura perhatian melihat yuya mendadak terbatuk. “ ah, jangan-jangan ada sesuatu yaaaa~”

“ a… apa? Kenapa kamu tahu? Eh?” yuya menutup mulutnya begitu menyadari apa yang ia katakan.

“ eh eh? Jadi emang ada sesuatu? Apa aniki?”

Yuya memandang sekeliling. Yuki menyembunyikan kepalanya yang sedari tadi menyembul ke ruang makan. 

“ kamu…. Jangan bilang sama siapa-siapa ya?” yuya menepuk bahu yukito. Dan yukitopun mengangguk. “ begini, kamu tahu kan masalah tugasku di osis yang membantu cewek menyatakan perasaannya itu?” yukito kembali mengangguk. “ nah, kemarin aku berniat untuk menanyakan pada haruna siapa orang yang disukainya itu. Karena aku berniat untuk mengenali cowok itu. Supaya haruna mudah menyesuaikan diri dengan cowok itu sebelum haruna menyatakan perasaannya…”

“ matte aniki…. Bukannya aneki pernah memperkirakan siapa orang yang disukai haruna itu?”

“ y… ya…. Mungkin perkiraan yuki benar…”

“ atatatata, chotto…. Waktu ini aneki bilang kalau kemungkinan yang disukai haruna itu aniki kan? Jadi…. Emang bener haruna suka aniki?” yukito sedikit kaget dengan pernyataan yuya. Sedangkan yuki yang masih menguping juga ikut bengong.

“ aku sudah bilang kan kalau kemarin aku ketemu haruna. Dan saat aku bilang aku mau bantu panggilin cowok yang dia sukai, dia malah menyuruhku datang ke belakang sekolah besok…. Kalau menurutmu bagaimana?”

“ huwaaaaa, berarti perkiraan aneki emang bener.” Yukito ceria mendengar penjelasan yuya. “ aku mau ikut…. Aku mau ikut…..”

“ kamu kan sekolah. Jadi nggak usah ikut urusan ini. ah iya, aku mau telepon yamada dulu….” Begitu yuya bangkit dari tempat duduknya, yuki yang bersembunyi di depan pintu dengan perlahan menuju kamar ren yang lebih dekat dengan dapur.

Begitu sampai di kamar, yuya mencari hpnya. Ia menemukan hpnya tergeletak di atas meja belajar., mengambilnya dan mulai mencari nomor hp yamada.

“ moshi moshi…. Yamada desu…” begitu tersambung, suara yamada terdengar dari saluran seberang.

“ ah, yamada…. Kau ada waktu hari ini? aku mau membahas sesuatu….”

“ tentu saja. Jam 6 di toko kue depan stasiun...”

“ baiklah…” yuya mematikan hpnya. “ setidaknya jangan sampai orang-orang di osis tau. Kalau sampai mereka tau, entah apa yang mereka katakan nanti….” Ujar yuya dalam hati.
Jam dinding kamar yuya menunjukkan jam 06.40. ia segera bersiap untuk menemui yamada.
Begitu sampai di tempat yang disepakati, yuya melihat yamada sudah duduk di salah satu kursi. Dengan minuman dan sebuah kue di depannya.

“ maaf, lama…”

“ nggak apa-apa. Kebetulan aku pengen beli buku di toko itu, makanya datang lebih awal. Yuya pesan kue aja dulu….”

“ ah nggak usah.” Yuya duduk di seberang yamada, dan mulai menceritakan masalahnya dengan haruna. Dan juga semua percakapannya dengan haruna sebelum pulang sekolah kemarin.

“ eh? Jadi, kamu yang diminta datang ke belakang sekolah?” sama seperti yukito, yamada juga kaget mendengar cerita yuya. Yuya mengangguk. “ bukannya itu artinya dia suka sama kamu?”

“ itu juga perkiraan yuki dan yang lain. Haah, aku harus bagaimana?”

“ kalau belum siap, ya lebih baik ditolak kan? Apalagi mengingat orang-orang di sekitarmu… “

“ iya sih…. Yamada, kamu mau nemenin aku kan?”

“ kenapa aku?”

“ Cuma kamu yang mau bantuin aku. Yuki awalnya juga niat ngebantu. Tapi ujung-ujungnya juga sama….”

Yamada diam sejenak. “ tapi, aku juga ada urusan besok….”

“ sebentar aja….. please…”

“ oke deh…..”

Sementara itu, keadaan di rumah hanagawa…..

Yuki dan yukito duduk bengong di teras. Masih shock dengan cerita yuya. Yuu dan ren yang melihat dua makhluk itu, hanya bisa saling pandang dan mengangkat bahu. Sedikit tidak mengerti dengan kejadian yang terjadi belakangan ini. awalnya ketiga orang yang sering bertengkar itu mendadak bisik-bisik nggak jelas di pojok dapur. Selang beberapa harinya, yuya bengong sendiri di meja makan. Dan sorenya, yukito dan yuki kompak bengong di teras.

“ shinjirarenai….” Ujar yuki akhirnya setelah sekian lama bengong.

“ tebakan aneki tepat….. tapi, aku masih nggak yakin kalau yang disukai haruna itu aniki..” yuki hanya mengangkat bahu, kemudian bersamaan dengan yukito menghela nafas.

Keesokan harinya, yuya tidak muncul di ruang osis. Kento merasa aneh. Justru yuki yang pagi-pagi sudah duduk di meja yuya di ruang osis.

“ Ohayou….. tumben kamu yang di sini… Yuya mana?” sapa kento sambil meletakkan tasnya di mejanya.

“ ohayou senpai…. Aku punya berita seru….”

“ wah, aku penasaran…” ujar Kanata yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang yuki.

“ Oha…You?” yuto yang baru datangpun kaget melihat yuya berubah menjadi yuki. “ aku belum bangun ya? Kenapa yuya senpai berubah jadi cewek?” ujarnya sambil mengucek matanya.

“ dia memang yuki. Yuya nggak dateng ke ruang osis dari tadi. Cepat taruh tasmu dan kita akan merundingkan sesuatu…” jelas kento. Yuto mengangguk dan bergegas meletakkan tas di mejanya, kemudian menghampiri meja yuya yang diduduki yuki. Begitu semua lengkap, yukipun menceritakan apa yang ia dengar kemarin.

“ HAH!? JADI YANG DISUKAI HARUNA ITU YUYA??” seru kento dan yuto bersamaan. Kanata memilih diam karena ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya.

Yuki mengangguk. “ un… dan hari ini sepulang sekolah, niichan dipanggil sama haruna senpai.”

“ wah, kita harus ngikutin yuya nih….” Ujar kento. Diikuti anggukan 3 orang yang lain.

Sementara itu, yuya yang baru sampai sekolah, langsung menuju kelas. Untuk hari ini dia nggak mau berurusan dengan salah satu anggota osis. Satu persatu teman sekelasnya yang baru mau masuk kelas terkejut melihat yuya duduk di mejanya. Bukannya aneh yuya sudah datang sepagi ini, hanya saja tumben melihat yuya mampir ke kelas. Biasanya pasti mendekam di ruang osis.

“ oh, hari ini yuya-kun hadir di kelas ya…” komentar salah satu guru yang mengajar di kelasnya. Yuya merasa capek mendengar pertanyaan serupa.

“ oi yuya, kenapa nggak ke ruang osis?” Tanya hirano saat istirahat siang. Hirano merasa aneh karena meskipun jam istirahat, yuya tetap duduk di mejanya. Hirano menyerahkan snack yang baru dibelinya di kantin. Yuya yang dari tadi meletakkan wajahnya di antara lipatan kedua tangannya, melihat ke arah hirano, kemudian menyambar snack yang diletakkan di depan tangannya.

“ lagi males. Memangnya sebegitu anehnya aku nggak ke ruang osis?”

“ nggak aneh sih. Jarang-jarang aja kamu ga bersentuhan dengan osis seharian ini.” hirano mencomot pocky rasa pisang di tangannya, kemudian mengerti sesuatu. “ jangan-jangan…. Kamu dikeluarin dari osis…” hirano mendekatkan wajahnya pada yuya. Yang ditatap hanya diam menatap balik. “ eh? Jadi bener nih?”

“ nggak!! Mana mau kelelawar hidup itu hidup susah. Mengeluarkanku dari osis sama aja dengan bunuh diri bagi dia.”

“ ah iya, Kanata selalu menyerahkan semua padamu.” Entah kenapa wajah hirano sedikit kecewa. “ kalau sampai kelulusan kamu masih bergabung dengan osis, kamu bisa-bisa nggak dapet pacar lho…” Ujar hirano polos. Yuya yang mendengar pernyataan hirano, tersedak minuman yang hendak diminumnya. Hirano panic dan memukul punggung yuya.

“ apa-apaan itu? Uhuk…” protes yuya, masih terbatuk.

“ uwa, gomen… aku kan Cuma ngingetin, yuya…. Ga ada mak…. Chotto, jangan-jangan….” Sebelum hirano menyelesaikan kalimatnya, yuya membekap mulut hirano.

“ diem nggak….” Ancam yuya. Hirano mengangguk. Begitu yuya melepas bekapannya, hirano duduk di depan yuya. Sedangkan yuya sibuk menghabiskan snack hirano.

“ lalu, dia siapa?” Tanya hirano tiba-tiba. Dan lagi, yuya tersedak makanan yang dimakannya.

“ uhuk…. Apanya…. Uhuk….” Yuya kembali terbatuk. “ apanya yang siapa?” Tanya yuya saat batuknya mulai mereda.

“ cewek itu….” Hirano berfikir sejenak. “ ara, jangan-jangan cewek yang kamu ajak bicara pulang sekolah 2 hari yang lalu itu?”

“ k…. kamu lihat?”

“ hirano kouhei ada dimana-mana. Jangan salahkan aku kalau aku tahu semuanya.” Hirano melipat tangannya di dada. “ lalu, bener dia?”

Perlahan yuya mengangguk. “ah tapi….. aku sendiri nggak yakin kalau dia bener-bener suka sama aku. Jadi, aku mau memastikannya hari ini…” yuya buru-buru meralat kata-katanya sebelum hirano berpikir yang aneh-aneh.

GREEEK…..
Pintu kelas terbuka. Orang yang dibicarakan muncul.

“ ano, yuya-san ada?” Tanya haruna pada salah seorang siswa yang berdiri di dekat pintu.

“ oi, yuya…. Dicari tuh…” teriaknya. Hirano memandang kagum ke arah yuya. Dan yuya memandang hirano dengan malas.

“ ayo cepat kesana!!” ujar hirano girang. Yuya perlahan bangkit dari tempat duduknya. Dan menghampiri haruna.

“ ada apa?”

“ um…. Kalau sekarang gimana?”

“ eh?” yuya tampak ragu. Ia melihat sekelilingnya. Aman. Tak tampak seorang anggota osispun. Yang dilihatnya hanya pandangan bersinar dari hirano. “ ugh, um, kamu duluan aja. 5 menit lagi aku susul ke sana.”

“ oke…” haruna meninggalkan yuya yang menggaruk kepala. Bingung.

“ yuya…..” yamada muncul dari kelas sebelah.

“ yamada, aku minta kamu temenin aku sekarang?” entah perintah atau apa, yang jelas yuya mengatakannya begitu yamada sampai di depannya.

“ eh? Doko?”

“ masalah kemarin.”

“ bukannya pulang sekolah?”

“ tadi dia datang ke sini, dan memintaku datang sekarang.”

“ um, begitu…… Ayolah….”

Yuya dan yamada bergegas menuju belakang sekolah. Dan tanpa mereka sadari beberapa pasang mata mengikuti mereka dari tadi.

Begitu sampai di belakang sekolah, yuya dan yamada melihat haruna duduk di bawah pohon sakura yang tampak kering. Begitu melihat mereka datang, wajah haruna langsung memerah. Ia berdiri dan menghampiri yuya dan yamada. Yamada yang merasa dirinya mengganggu, memundurkan langkahnya sedikit demi sedikit.

“ um…. Maksudku hari ini menyuruhmu kemari…. Aku…. Aku suka kamu…..” ujar haruna gugup.

“ ah, ma…. Masalah itu…”

“ yamada-kun….”

“ he?” yuya bengong. 

“ ha” Yamada bengong…

“ KOK BISAAA?” yuki, kento, yuto dan Kanata muncul dari persembunyiannya. Tak menyangka kalimat itu yang diucapkan haruna. 

“ orang yang senpai sukai……. Yamada?” Tanya yuto.
Haruna mengangguk malu.
==========
Bersambung

Bersambung lagi? ya karena udah ga ada ide lagi....
beginilah jadinya.....
 hohohoho....
Jaa, Mata Nee~~

3 komentar:

  1. BHUAAAKAKAKAKAKAKAKAKAAKAKAKAKKK..........

    [“ um…. Maksudku hari ini menyuruhmu kemari…. Aku…. Aku suka kamu…..” ujar haruna gugup.

    “ ah, ma…. Masalah itu…”

    “ yamada-kun….”

    “ he?” yuya bengong.

    “ ha” Yamada bengong…]

    Aku suka bagian ini...

    Ntar aku bikin dari sdut pandan Yama dah...
    :D *tiba2 ada ide cerita*

    BalasHapus
  2. bwkwkwkwk......

    aku jadi ngebayangin wajahnya niichan..... XD*adik durhaka*

    ayo dibuat..... pasti lucu tuh....

    BalasHapus
  3. OK OK...
    baru nyelesein translate-an Anata ga iru kara ne.. hahha

    BalasHapus