Sabtu, 25 Juni 2011

Hamao Kyosuke Birthday - Kyoudai -

Ohayouuuu*tabun*

Yuhuu~ Hari ini aku mau ngepost cerita untuk ulang tahun Hamao~~
Perhatian: Jangan permasalahkan umur di cerita ini.... mao emang umurnya 20, tapi di cerita ini mao sekelas denganku(kelas 2 SMA)

Yosh, Hajimemashou~~

==========
Kyoudai

==========


Sebuah apartemen di sebuah kota besar yang seharusnya dihuni 2 orang, kini hanya dihuni oleh satu orang. 2 orang bersaudara yang seharusnya bersama, tapi karena pekerjaan sang kakak harus sering-sering tinggal di rumah bosnya. 

Pagi ini, seperti biasa, sang adik yang memilih tinggal sendiri di rumah itu dibanding ikut kakaknya, bangun pagi lebih awal. Dilihatnya beberapa pesan yang ia terima di inbox hpnya. Berbagai ucapan selamat ulang tahun dikirimkan teman-teman semasa SMP, dan saudara jauhnya. Memang ada beberapa pesan juga dari teman-temannya di seigaku.

Mao-kun, Otanjoubi omedetou…. Kau harus traktir aku daging yang enak… eh, yang waktu ini kamu bilang itu, dimana? Ajak aku kesana ya…..
Sender: Ookawa Genki

Yey! Akhirnya umurmu bertambah juga…. Happy birthday ya~ sebagai hadiah, nanti aku pinjemin game card yuichi….. silakan dipakai sepuasmu… tenang aja, yuichi udah ngijinin kok….
Sender: Yanagishita Tomo

Masih ada banyak lagi ucapan yang masuk di hpnya. Tapi ia lebih memilih meletakkan kembali hpnya. Jam di dinding mengingatkan dia untuk segera bersiap. Begitu selesai mandi, ia mengambil seragam yang sudah disetrikanya kemarin malam. Tanpa ada kakaknya, dia harus menyelesaikan semuanya sendiri. Ia berhenti menggosok pakaiannya, dan berpikir sejenak. Ya, ia mulai merasa kesepian.

“ ah, dame! Niichan bekerja demi aku juga…. Aku harus berusaha.” Setelah bergumam sebentar, ia kembali menggosok pakaiannya dengan setrika.

Mengingat pemikirannya semalam, iapun jadi malu sendiri. Setelah memakai pakaian, ia berdiri di depan cermin. Memandangi badannya yang kurus.

“ Pantas niichan bilang aku makin kurus. Tapi mau bagaimana lagi, badanku memang kurus. Beda sama niichan yang badannya lumayan berisi.”  Gumamnya dalam hati. Ia mengambil sisir dan mulai menyisir rambutnya yang baru ia potong minggu lalu. Poninya yang agak tipis itu disisirnya kedepan hingga menutupi matanya sedikit. “ Yosh!” ujarnya begitu dirasanya penampilannya sudah rapi. 

Setelah menyiapkan diri, ia pergi ke dapur dan mengeluarkan sebuah tas kertas berisi kue yang dikirim orang tuanya kemarin malam. “ uwaaaah, oishisou… Itadakimaaasu~” ia mulai melahap kue-kue yang ada di depannya. Selagi asik makan kue, hp yang sedari tadi ia letakkan di sebelah meja makan berdering. Ia menghampiri hpnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.

Mao-kun, nanti pulang sekolah kumpul di ruang klub ya… ada pengarahan yang ingin kusampaikan pada anggota regular. Terima kasih….
PS: forward sms ini ke regular yang lain. Kalau yang lain nggak datang nanti, kau yang tanggung jawab!

Sender : Bucho

Ia menghela nafas. Kapten klub tenisnya ini memang nggak mau rugi. Dengan agak berat hati ia memforward sms kaptennya itu ke anggota regular yang lain.

“ ah iya, aku belum bilang sama niichan kalau aku jadi regular di klub tenis. Ah, nanti aja pulang sekolah….”  Gumamnya dalam hati. Pukul 07.30, ia sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Begitu sampai di kelas, ia mendapat ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman sekelasnya.

Dan sepulang sekolah, seperti perintah kaptennya, ia pergi ke ruang klub. Sayangnya di ruangan itu tidak ada orang. Ia memilih mengganti seragamnya dengan kaos putih dan celana pendek sewarna dengan bajunya. Mengambil raket di loker, dan berjalan menuju lapangan tenis. Begitu masuk lapangan, ia dikejutkan dengan kedatangan dua anggota regular,  Mungkin…. Yang menutup matanya dan mendorong badannya masuk ke lapangan. Begitu kain penutup di lepas,

“Happy birthday Hamao Kyosuke-kun!!!” seru semua orang yang ada di lapangan itu. Teman-teman sekelasnya, kelas 2-1, beserta wali kelas, minami keisuke, dan wakil wali kelasnya yang baru menjabat, takiguchi yukihiro, lengkap dengan member klub tenis. Baik cadangan maupun regular.

Genki, tomo dan doori membawakan kue yang lumayan besar.

“ make a fish dan tiup lilinnya…” ujar genki bangga dengan sok englishnya yang salah itu.

“ wish, bukan fish…. Emangnya kamu mau nyuruh mao mancing….” Komentar tomo sewot. “ udah, jangan ladenin dia…. Buat permohonan, kemudian tiup lilinnya.” Lanjut tomo tanpa mempedulikan tatapan membunuh genki.

Hamao Kyosuke, yang hari ini berumur 20 tahun, menutup matanya. Mengucapkan permintaan di dalam hatinya, dan meniup lilin yang ada di depannya. Begitu lilin mati ditiup, semua bersorak dan bertepuk tangan.

“ minna, arigatou gozaimasu~ aku nggak bisa bilang apa-apa lagi selain terima kasih….” Ujar mao sambil membungkukkan badannya. Yang lain hanya tertawa.

Selagi semua membagi kue, hp hamao berdering. Nomor dari orang yang ditunggu….

“ moshi-moshi…. Dai-chan….” Ujarnya senang, begitu ia menyingkir dari keributan di lapangan tenis.

“ Mao-kun, otanjoubi omedetou ne….”

“ un, arigatou, Dai-chan”

“ kamu lagi dimana?”

“ masih di sekolah. Temen-temen sekelas dan klub tenis buat pesta kejutan untuk aku. Jadi, ya pulangnya agak malem.”

“ jangan malem-malem pulangnya. Udara semakin dingin kalau udah malem…..”

“ wakatta….. lagipula, nggak ada yang nunggu aku pulang di rumah. Jadi, ya santai aja sama temen-temen….”

“ oh, jadi mao-kun nggak kasian sama aku?”

“ he?”

“ aku nunggu di depan rumah nih. Lupa bawa kunci apartemen…”

“HEE? Dai-chan di depan rumah? Kenapa nggak bilang dari tadi?” hamao terkejut mengetahui kakaknya pulang, dan menunggunya di depan rumah. “ tunggu di sana! Sebentar lagi aku pulang!” hamao bergegas balik ke lapangan tenis dan pamitan dengan teman-temannya.

Sesaat sebelum pergi dari lapangan tenis, mengingat sesuatu, ia kembali masuk lapangan dan menghampiri yuki.
“ hari ini dai-chan libur?”

“ hum? Nggak. Cuma, aku yang ngomong sama papa supaya kasih dai-chan waktu untuk pulang dan ketemu mao-kun. Ini hari istimewamu kan….” Ujar yuki sambil tersenyum. Ya, daisuke, kakak laki-laki mao bekerja di rumah yuki.

“ arigatou, yuki….”

“ un, cepet pulang. Kasian dai-chan kedinginan. Ah iya, ini….” yuki menyerahkan kunci pada hamao. “ dai-chan lupa ngambil di tasku kemarin. Maaf ya…”

Hamao mengangguk dan bergegas meninggalkan lapangan tenis. Mampir sebentar ke ruang klub untuk mengambil tas, dan segera meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah.

Benar saja, daisuke menunggunya di depan rumah. Ia menggosokkan tangannya. Kemudian memasukkannya ke dalam saku jasnya.

“ dai-chan!!” teriak mao. “ maaf lama…. Dai-chan pasti kedinginan ya….”

“ yang lebih kedinginan itu kamu.” Daisuke melepas jasnya dan menyampirkannya di badan mao. “ lari dari seigaku dengan pakaian seperti itu…” lanjut daisuke. Hamao-pun memandangi penampilannya. Ternyata ia masih memakai kaos putih untuk latihan.

“ ah…. Pantas rasanya lebih dingin dari biasanya. Udahlah, ayo masuk….” Hamao mengambil kunci di dalam tasnya dan membuka pintu apartemen.

Sebelum ia menutup pintu, ia melihat langit. “ tahun yang istimewa dengan hari yang istimewa dan orang-orang yang special. Tahun kedewasaan. Aku harus bersikap dewasa.”

“ mao, ayo cepat masuk…” teriak daisuke dari dalam rumah.

“ iya….”

“ ya, menjadi dewasa….. seperti dai-chan…..”
==========
END
 Aneh kaaaan...
Jaa, Otanjoubi Omedetou, mao-kun......
Success with your career nee~~ <3

Oke, berhubung ga bisa di edit supaya di entry besok, jadi di post sekarang deh......
karena dijamin besok aku ga bakal bisa Online......

Jaan, Mata Nee~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar