Selasa, 14 Juni 2011

Hanagawa Family - Yukito Birhtday - Otona ni naru? -

*bingung... entry-nya di post jam berapa yak?*
Pokonya,
Konnichiwaaa~~*atau ohayou?* XD
Bodo amat ah.....
Sebelum memulai cerita kali ini, mau ngucapin HAPPY BIRTHDAY SAKAMOTO SHOUGO~~*kemaren sih..*
Dan hari ini mau ngepost cerita untuk ulang tahun yukito.
Hajimemashou~~
==========
Otona ni naru?

==========

Hari ini di kediaman hanagawa tampak sepi. Hari ini hari biasa. Semua penghuni dalam rumah itu menjalani aktifitasnya seperti biasa. Hanya saja, siang ini ada sesuatu yang berbeda di rumah itu. Di halaman belakang rumah itu, tampak seorang cowok jongkok di pinggir kolam ikan. Rambutnya yang sudah mulai panjang agak menghalangi pandangannya. Tapi ia tidak peduli hal itu. 

Scraft bermotif kotak-kotak yang ia lilitkan di lehernya perlahan turun menutupi lengannya. Tangannya yang tampak kecil tertutup sweater tipis yang ia kenakan. Ia asik memainkan ikan yang ada di kolam itu dengan batang pohon. Perasaannya sedang kesal. Berkali-kali ia menghela nafas. Mengingat kejadian kemarin memang selalu membuatnya kesal. Ya, yukito, putra bungsu keluarga hanagawa itu sedang kesal. Bukan karena kakak laki-lakinya yang judes itu, juga bukan karena kakak perempuannya yang cerewet. Tapi karena pendapat orang-orang di sekitarnya mengenai penampilannya hari ini. 

==========

“ awal semester depan kita akan mengadakan drama musical. Hari ini aku bermaksud membagikan peran untuk kalian semua…” hari itu, si ketua klub drama mengumumkan rencana musical kepada anggota klubnya. Yukito yang menjadi anggota klub itu sejak 3 bulan lalu bersemangat dan berharap mendapat peran. “ dan yukito, kamu jadi anak kecil yang menolong tokoh utamanya…” ujar si ketua klub.

“ eh? Anak kecil?” Tanya yukito.

“ iya. Image-mu cocok dengan anak kecil ini. ceria, lucu dan menggemaskan…”

Yukito mengangguk dengan ragu. Agak kecewa dengan peran yang ia dapatkan. Yah, lebih tepatnya ia nggak suka dianggap anak kecil. Tapi orang-orang di sekitarnya memperlakukannya seperti anak kecil. Seperti mengelus kepalanya, atau mengatakan “yukito masih kecil ya” seperti itu. 

Akhirnya muncul niat dalam diri yukito. “ aku nggak mau dianggap anak kecil lagi…” dan sejak ia bertekad seperti itu, sepulang sekolah ia membeli majalah fashion. Dan ia melihat-lihat model pakaian orang dewasa. Tapi sayangnya beberapa fashion di majalah itu memerlukan banyak aksesoris. Sedangkan ia tidak punya aksesories yang bisa dipadankan dengan baju yang ia miliki. Akhirnya ia memakai baju lengan panjang yang ada kerah di bagian lehernya. Dan celana jeans yang baru ia beli beberapa bulan lalu. Ditambah dengan topi yang ia ambil dari kamar shouma dan syal yang diberikan paman naoya, yukito merasa dirinya tampak sedikit lebih dewasa. Sayangnya hari ini tak ada seorangpun yang bisa ditanya mengenai penampilannya.

Akhirnya ia memutuskan untuk melepas pakaiannya dan mengenakan pakaian yang semula.

Keesokan harinya, yukito yang kebetulan libur, kembali mencoba mengenakan style ‘dewasa’. Kali ini ia memakai baju merah bergaris hitam dengan lengan panjang, dan scraft bermotif kotak-kotak berwanra hitam, putih dan didominasi warna merah. Rambutnya yang biasanya ia biarkan bagian depannya menutupi dahi, ia sibakkan di sebelah kirinya.

Merasa penampilannya tidak aneh lagi, yukito turun dan menuju ruang makan. Yang dilihatnya saat itu hanya yuki dan ren yang asik menuliskan sesuatu di meja makan.

“ minna, mite mite…..” ujar yukito riang. Yuki dan ren serempak melihat ke arah yukito.

“ kenapa kamu pakai pakaian seperti itu?” itulah reaksi pertama yuki.

“ aku mau jadi dewasa. Terus dari majalah yang kubaca, image dewasa itu dimulai dari penampilan. Gimana, aku udah keliatan dewasa kan?”

“ yukki, kamu nggak perlu maksain diri begitu. Aku lebih suka yukito yang dulu. Perlahan-lahan pasti kamu jadi dewasa kok…” nasehat yuki.

Yukito sedikit kesal karena yuki tidak mendukung keinginannya menjadi dewasa. Sedangkan ren mengangguk setuju.

“ uuh….” Yukito pergi dari ruang makan. Ia berjalan menuju ruang latihan mama dan papanya.

“ jyaaan, mite mite…..” yukito dengan riang masuk ke ruang latihan. Junko yang saat itu sedang berdiri di depan piano sambil membawa teks lagu, menoleh ke arah yukito datang.

“ kamu mau ke mana?”

“ aku nggak kemana. Ma, apa aku sudah kelihatan dewasa?”

Junko tersenyum melihat anak bungsunya yang berdiri dengan wajah bangga itu. Ia meletakkan kertas teks lagunya dan menghampiri yukito. “ yukki, boleh mama komentar sesuatu?” tanyanya halus. Takut bocah kecil di depannya tersinggung.

“ nani?”

“ apa yang buat yukki berpakaian seperti ini?” Tanya junko. Yukipun menceritakan kejadian di klub drama, dan pemikirannya selama ini. “ jadi karena itu kamu mau jadi dewasa? Begini, mama Tanya, apa kamu nyaman mengenakan pakaian itu?”

“ um, sedikit nggak nyaman. Tapi lama-kelamaan pasti terbiasa kok ma….”

“ tapi mama lebih suka yukito yang apa adanya. Yukito yang selalu mengenakan pakaian yang nyaman dengan yukito. Bukannya mama nggak suka yukito berpakaian seperti ini. tapi mama nggak mau yukito memaksakan diri untuk menjadi dewasa. Ada saatnya yukito pasti jadi dewasa.”

“ tapi ma…. Aku nggak mau diperlakukan kayak anak kecil.”

“ coba kamu Tanya yuya. Dulu dia sama seperti kamu. Kalau yuya dulu, dia terang-terangan bilang nggak suka dianggap anak kecil. Walau nggak suka, dia tetap jadi yuya apa adanya. Dan yukito lihat kan dia sekarang? Perlahan-lahan ia menjadi dewasa. Dengan semua pengalamannya, ia berubah menjadi dewasa. Dewasa itu bukan dilihat dari penampilan. Tapi bagaimana cara kita menghadapi hidup. Yukito pernah dengar nggak, ada orang yang, yaah, dari segi umur, dikatakan sudah dewasa. Tapi terkadang ia dikatakan seperti anak kecil…”

“ um…. Pernah sih denger yang seperti itu…..”

“ nah, bahkan orang dewasapun terkadang dikatakan anak kecil. Kenapa? Karena dia nggak bisa menghadapi masalahnya. Dia memilih kabur dari masalahnya, dan memaksakan keegoisannya. Mungkin menurut yukito perkataan mama jahat. Tapi mama Cuma nggak mau yukito menghabiskan waktu yang seharusnya yukito jalani dengan kesenangan, dengan memikirkan bagaimana menjadi dewasa. Kalau sudah waktunya, tanpa yukito sadari orang-orang di sekeliling yukito pasti akan menganggap yukito dewasa. Sekarang, coba yukito pikirkan perkataan mama, dan beri mama jawaban sebelum makan malam. Oke?”
Yukito hanya mengangguk. Walau awalnya sedikit kesal, tapi ia memikirkan perkataan yuki dan mamanya.
Yukito membuang batang pohon yang ia sedari tadi ia gunakan untuk mengaduk-aduk kolam. Setelah ia pikirkan baik-baik, ia tahu jawabannya.

Yukito masuk ke rumah dan masuk ke kamarnya. Ia melepas pakaian yang ia kenakan tadi. Dan menggantinya dengan pakaian yang biasa ia kenakan. Rambutnya yang tadi ia sibakkan kembali menutupi dahinya.

“ yosh….” Setelah merasa dirinya kembali ke yukito yang dulu, ia turun dan menuju ruang latihan. Sayangnya orang yang ia cari tidak ada di sana.

“ mama kemana sih? Tadi janjinya di sini….” Gumamnya. Iapun pergi ke ruang keluarga.
Yukito merasa aneh karena lampu ruang keluarga mati. Perlahan ia masuk, dan meraba dinding. Begitu ia menemukan saklar, dan menekannya…….

“ HAPPY BIRTHDAY, YUKITO!!” teriak semua orang di ruangan itu. Semua keluarganya ditambah masei, nissy, naoya, shouma, masa, dan yang lainnya berkumpul di ruangan itu. Junko menghampirinya dengan kue tart di tangannya.

“ happy birthday yukito…. Make a wish dan tiup lilinnya…” ujar junko. Yukito yang awalnya bengong kemudian mengangguk. Ia memejamkan mata. Mengucapkan permohonan dan meniup lilinnya. Begitu api di lilin yang bertuliskan 16 itu padam, semuapun bersorak.

“ sudah dapat jawabannya?” Tanya junko saat yukito duduk sendiri di salah satu kursi sambil makan kue tart yang dipotongnya tadi.

Yukito mengangguk. “ aku mengerti apa yang mama bilang. Walau penampilanku anak-anak tapi kalau pemikiranku dewasa, aku bisa jadi dewasa. Aku akan jadi dewasa suatu hari….”

Junko tersenyum dan mengelus kepala yukito. “ ini baru anak mama. Lalu, peran musical di klubmu itu?”

“ aku terima dong. Aku sudah dipercaya memerankan peran. Aku harus bersungguh-sungguh memerankan peran itu.”

“ yukito yang seperti ini, terlihat dewasa di mata mama. Selamat ulang tahun, yukito….”

“ un, arigatou, mama…..”

Yukito, yang hari ini 16 tahun, tanpa disadarinya kepribadiannya sedikit-sedikit menjadi dewasa.
==========
END


 Yosh, selesai dalam 1 jam.....
Tensai teki?*udah lama ga ngomong begitu..XD*
Happy Birthday yukitooo~~
Moga makin gede makin imut....*maunya*

Yosh, hari ini sekian dulu....
Jaa, Mata Nee~~

2 komentar:

  1. Mada mada da ne... (bkan komentar, cm pngen bilang itu aja...)

    Tapi keren2... Ckck... Ceritamu makin jelas... Udah kyak novel.. *bangga karena udah pernah baca novel ampe lese*

    Kpan2 bkin cerita dalam wktu 30 menit yaw... XD

    BalasHapus
  2. emang biasanya ga jelas gitu?
    XD
    Itu aku nyoba-nyoba menggambarkan seseorang dengan kata-kata.... Tapi entah kenapa ga kebayang di otakku.... XD

    30 menit? Muri da....

    Ini karena yukito memberikan inspirasi.... Hahahaha....;P

    BalasHapus