Rabu, 18 Mei 2011

[Yuya] - Kokuhaku Time - Part4-

Yuhuuu~~
Konnichiwaa~~
Berhubung hari ini si bapak dengan baiknya nyariin tukang perbaiki inet, jadi mari kita lanjutin cerita pendertitaan yuya Kokuhaku Time....

==========
Kokuhaku Time Part 4
Character: Endou Yuya, Kento Ono, Nakajima Yuto, Kanata Hongo, Haruna, Yamada Ryosuke, And Me(Yuki)
==========

“ mustahil….” Komentar yuya begitu yuki menyelesaikan analisinya. Setelah berbicara dengan haruna, yuki memperkirakan siapa orang yang disukai haruna. Dan yuki memperkirakan kalau orang yang disukai itu adalah yuya.

“ tapi niichan, sejak haruna senpai minta tolong ke osis, niichan kan jadi semakin sering bareng senpai… dan dulu, aku dengar niichan sempat pulang malam karena nolongin temen piket. Yang lebih pasti lagi, dia bilang kalau dia pertama kali melihat orang yang disukainya itu di acara pengangkatan osis. Yang diangkat secara resmi kan Cuma niichan, kento senpai dan Kanata senpai kan?” yuki membeberkan data-data yang ia dapat saat bersama haruna kemarin. 

“ masuk akal juga tuh…. Setiap ketemu yuya, wajahnya pasti memerah…” lanjut kento yang diikuti anggukan yuki. “ oke, katakan saja kalau dia suka salah satu dari kita. Yuto, apa kamu pernah membantu seseorang piket sampai pulang malam?”

“ huuuum…..” yuto tampak berpikir. “ nggak pernah tuh.tapi, rasanya nggak mungkin aku. Karena yang dibilang haruna senpai itu kan dia tahu orang itu waktu pengangkatan osis. Sedangkan aku kan nggak dilantik secara resmi….”

“ nah, kesimpulannya sudah tepat kan?” yuto, kento dan yuki bersamaan memandang yuya. Yang dilihatpun mulai panik.

“ tapi, kenapa kalian nggak nyebut si kelelawar hidup itu? Kalau memang bukan kento dan yuto, kan masih ada Kanata? Bisa jadi dia kan? Analisismu bilang kemungkinan itu Kanata 50% kan?” Tanya yuya bertubi-tubi.

“ kejanggalan ada di masalah kedua. Walau si Kanata doyan menyembunyikan kepribadiannya di hadapan yang lain, mustahil dia mau membantu tugas piket sampai-sampai pulang terlambat. Dan lagi, haruna kan Cuma minta tolong padanya. Selanjutnya kau yang sering bersama haruna kan? Yak, sudah dipastikan!” ujar kento seenaknya.  “ kalau kau masih mengelak…” lanjut kento melihat wajah pucat yuya yang masih ngotot. “ kau ingat siapa yang kau bantu tugas piketnya dulu?”

Yuya tampak berpikir. “ aku nggak inget. Itu kan waktu kita masih kelas 2. Mana aku ingat!” setelah yuya menyelesaikan kalimatnya, ia baru sadar kalau enam mata sedang memandangnya yang bisa diartikan   “ tuh kan bener….” 

“ udah deh, kesimpulannya sudah kita dapet. Sekarang tinggal ngebantu haruna senpai menyatakan perasaannya….” Ujar yuki.

“ wah, yuki baik ya. Mau ngebantu kakaknya dapet pacar.” Yuto memuji yuki. Yang dipuji tersenyum yang arti senyumannya tidak bisa di prediksi.

“ setidaknya kalau niichan punya pacar, ga bakal sering ngomel lagi.”

“ pembicaraan yang menarik….” Tiba-tiba terdengar suara yang tak asing bagi mereka. Serempak 4 kepala di ruangan osis itu menoleh ke arah asal suara. Kanata sudah duduk rapi di tempatnya dengan tangan melipat ke dada. “ kesimpulan yang bagus. Aku sedikit kasian dengan haruna, tapi apa boleh buat kalau memang dia menyatakan perasaannya padamu.”

“ bisa-bisanya kau bicara begitu. Aku jelaskan lagi, kesimpulan itu belum pasti selama kita nggak dengar pernyataan dari orangnya langsung.” Yuya mencoba mengelak. Tapi tampaknya omongannya masuk akal. Karena semua orang di ruangan itu serempak mengangguk.

“ bagus juga idemu. Kalau kita belum dengar langsung dari orangnya, kesimpulan kita belum bisa dibenarkan…”komentar kento. “ nah, yuya, tugasmu sekarang memastikan siapa orang yang dia suka sekaligus membantunya menyatakan cinta…” perintah kento seenaknya. 

“ pada akhirnya juga aku yang kena….”

“ itu memang sudah tugasmu…” yuki, kento, yuto, dan Kanata berseru bersamaan. Yuya yang-lagi-lagi- merasa dikucilkan akhirnya menyerah dan keluar dari ruang osis. Berjalan menuju kelas 3-2, kelasnya haruna.

“ are? Yuya?” seru seseorang. Begitu berbalik, tampak yamada berlari mendekatinya.

“ yamada…. Belakangan ini jarang ke ruang osis ya?” Tanya yuya baru menyadari cowok di depannya jarang memunculkan batang hidungnya di ruang osis semenjak yuya menerima tugas dari Kanata yang nggak masuk akal.

“ iya. Sebulan ini aku nggak masuk. Aku ikut ayah menjenguk saudaranya. Kamu mau kemana?”

“ mencari haruna. Aku sedang dapat tugas osis untuk membantu menyatakan cinta.”

“ hee? Itu tugasmu? Memang sejak kapan osis melayani hal seperti itu?” jawaban yamada membuat yuya senang. Akhirnya setelah sekian lama ada juga yang sependapat dengannya.  “ aku mau bantu deh. Tapi, nggak sekarang ya…. 2 hari lagi bagaimana?”

“ boleh. Arigatou, yamada-kun….” Ujar yuya. Yamada meninggalkan yuya setelah melempar senyum manisnya ke arah yuya. Bersamaan dengan menghilangnya yamada di ujung lorong, haruna muncul dari arah belakang yuya.
“ yuya-san…”

“ ah haruna.. kebetulan. Ada yang mau kubicarakan.”

“ tapi bukannya ini sudah jam pulang? Bukannya yuya-san dijemput?”

“ iya tapi….. tunggu…. Dari mana kamu tahu kalau aku sering dijemput?” Tanya yuya merasa aneh dengan cewek di depannya. Ia tidak pernah sekalipun bilang pada haruna kalau dirinya sering dijemput. Ditanya begitu, wajah haruna memerah.

“ ah, itu… daripada itu, aku ingin cerita sesuatu. Aku sudah mengumpulkan keberanianku. Semoga dalam waktu dekat aku bisa menyatakannya pada dia.”

“ sou ka? Kalau begitu, semangat! Apa perlu kubantu kamu ketemu dengannya?” Tanya yuya menawarkan jasanya.

Haruna menggeleng. “ nggak usah. Biar aku sendiri yang memanggilnya. Melihat yuya-san begitu semangat membantuku, aku jadi semangat. Supaya nggak merepotkan yuya-san lebih lama, selanjutnya biar aku yang melakukannya sendiri.”

“ hum… baguslah… ah iya, boleh aku tahu siapa orang yang kau maksud?”

Haruna terdiam sejenak. Kemudian tersenyum. “ 2 hari lagi datang ke taman belakang sekolah ya….” Setelah berkata seperti itu haruna pergi meninggalkan yuya yang masih bengong.

“ ha? Apa mungkin perkiraan yuki benar?” ujar yuya dalam hati.
 ==========
Bersambung

Err... Rasanya ada yang kurang. entah apa....
Ini nyangkut tengah jalan.... Ga ada ide buat nerusin....
Jadi, Kalau ada yang ngerasa aneh, silakan di kritik...*udah sekian chapter baru nanyain kritik*

Jaa, Mata Nee~~

2 komentar:

  1. Yamaaaa!! Akhirnya dia muncul juga...
    penasaran ane ama endingnya... XD

    BalasHapus
  2. mantek tengah jalan.... seperti biasa.....

    yuya, kasih inspirasi dong....*cubit2 yuya*

    BalasHapus