Minggu, 29 Mei 2011

Happy Birthday, Takki~~


Otanjoubi Omedetou, Takki.....

Pagi yang cerah. Burung-burung berkicau. Tetesan embun perlahan mengalir di sela-sela daun dan akhirnya jatuh ke tanah. Pagi ini para siswa kembali menjalankan rutinitas sekolahnya setelah melewati liburan musim panas. Dengan riang mereka berjalan melewati sebuah apartemen dengan 8 kamar. Di lantai 2 kamar apartemen itu, tampak masih sepi. Padahal biasanya, penghuni kamar 201 itu sudah bersiap pagi-pagi sekali untuk bekerja. Di kamar yang terbilang luas untuk pria sepertinya, penghuninya masih asik bergulung di futon. Tak peduli sebanyak dan seberisik apa siswa yang lewat di depan apartemennya.

Hitori dakedo hitori janai sore wa TEAM to iu mono sa….

Perlahan terdengar dering hpnya. Dengan malas ia mengeluarkan tangannya dari dalam futon. Meraba di sekelilingnya untuk mencari dimana hpnya. Lama tak menemukan hp yang masih bordering, ia mengeluarkan kepalanya dan mulai mencari dimana ia meletakkan hpnya. Akhirnya ia menemukan hpnya tergeletak di bagian bawah futon. Sambil berjalan mengambil hp, ia menggaruk rambut hitamnya yang baru dipotongnya bulan lalu.

“ moshi moshi…” ujarnya begitu ia menempelkan hp ke telinganya.

“ takki? Daijoubu? Kenapa jam segini belum sampai sekolah?” Tanya orang di seberang. Tampak khawatir karena orang serajin dia belum muncul di sekolah. Padahal hari sudah mulai siang.

“ ha?” jawabnya bingung. Setelah lama berpikir, akhirnya ia ingat sesuatu. “ astaga! Huwaa… ima nan ji kei-chan?”

“ hum? 08.00…. Masih ada waktu buatmu untuk sampai ke sekolah sebelum jam mengajarmu. Hayaku koi!!”

Begitu menutup teleponnya, takki segera beranjak ke kamar mandi. Setelah itu, ia mengambil pakaian yang biasa ia pakai saat mengajar, dan saat ia berniat untuk mengambil roti, sayangnya benda yang diinginkan tidak ada.

“ aaargh, aku lupa beli kemariiiiin…” gumamnya kesal. Tanpa pikir panjang lagi, ia mengambil kunci apartemen dan menguncinya begitu ia keluar kamar.

“ ohayou, takiguchi-san…. Hari ini kesiangan ya? Tumben… kemarin pulangnya malam kan?” sapa tetangganya begitu melihat takki muncul dari kamarnya.

“ ah, ohayou hoshino-san… iya, kemarin sibuk kasih bimbingan di sekolah. Ja, ittekimasu~!”

“ itterashai…”

Takki bergegas berlari menuju seigaku. Tempatnya mengajar.

Namanya takiguchi yukihiro, 25 tahun, dokushin, seorang guru di sebuah sekolah swasta, seigaku, baru kali ini ia terlambat mengajar. 

Keseharian yang ia jalani bangun jam 6, setelah bangun kembali tidur hingga jan setengah 7. Begitu alarm berbunyi jam 06.27, takki langsung beringsut ke kamar mandi. Menyiapkan diri dank e dapur untuk mengambil roti yang ia panggang sebelum masuk kamar mandi. Dirasanya sudah siap, iapun mulai berangkat ke sekolah. Begitu keluar kamar, pemilik apartemen dan tetangganya menyapanya. Takki tergolong orang yang mudah bergaul. Jangankan dengan tetangga. Di antara murid-muridpun ia terkenal baik. Dari depan apartemennya hingga ujung jalan, tak henti-hentinya ia di sapa warga.

Sayangnya hal itu tak berlaku hari ini. akibat semalaman ia belajar membuat masakan yang diajarkan ibunya. Agak sulit hingga ia mengulangi memasaknya berkali-kali. Dan keluar masuk apartemen untuk membeli bahan-bahan baru. Hingga akhirnya ia berhasil menyelesaikan masakannya pukul 02.30. begitu selesai, iapun menulis bahan-bahan dan cara memasak di buku masakannya hingga pukul 03.45, ia tertidur tanpa membereskan hasil percobaannya. Akibatnya ia terlambat ke sekolah.

“ nggak telat kan?” takki membuka pintu ruang guru sambil bertanya. Entah bertanya pada siapa.

“ em…. Sepertinya tidak….” Takigawa eiji, kepala sekolah seigaku yang kebetulan ingin masuk ke ruang guru mendengar pertanyaan takki, melirik jam tangannya dan menjawab pertanyaan takki.

“ ah….” Takki merapatkan badannya ke pintu ruang guru, sehingga takigawa bisa masuk. “ Ohayou, takigawa-san..” sapanya.

“ kenapa terburu-buru begitu?” Tanya minami keisuke, sahabat takki, yang tanpa disadarinya sudah berdiri di belakangnya.

“ kei-chan….. datang dari mana?” Tanya takki. Melihat guru tinggi berambut hitam sama sepertinya itu membawa tumpukan buku.

“ oh, ini….. Ini buku yang ingin disumbangkan anak-anak kelasku untuk perpustakaan baru di ujung jalan sekolah.” Minami berjalan menuju mejanya. Dan takki mengikuti di belakangnya. “ haah…. Ah iya takki… nanti kau kan mengajar di kelas 2-1, kalau sudah selesai pelajaran, minta mereka berkumpul di atap ya… aku lupa kasih tau mereka tadi…”

“ oke… tapi, untuk apa mengumpulkan mereka di atap?” Tanya takki. Begitu duduk di tempatnya, ia mulai membereskan buku yang akan dibawanya mengajar.

Tak lama kemudian, bel masuk jam pertama berbunyi. Takki bergegas menuju kelas yang akan diajarnya. Di tengah perjalanan menuju kelas 2-1, hp takki berdering.

“ moshi moshi…” sapanya.
“ yukki?” orang di seberang telepon mulai bicara. Dan ia mengenali suara itu.
“ okaasan…. Ada apa?”
“ Otanjoubi omedetou”
“ eh?”
“ kenapa ‘eh?’? jangan-jangan kamu lupa hari ini hari ulang tahunmu?”
“ … s…sa…. Wasurechatta…. Arigatou, okaasan…”
“ jaga dirimu baik-baik. Sekali-sekali pulang. Ibu ingin sekali makan makanan buatanmu lagi. Oh iya, resep yang kemarin hasilnya bagaimana?”
“ aku berhasil membuatnya. Bahkan mungkin lebih enak dari yang okaasan pikirkan…” takki tertawa. “ ja, okaasan, aku harus mengajar. Nanti pulang sekolah aku telepon lagi. Jaa, nee~”

Takki menutup teleponnya. Ia kembali melangkahkan kakinya menuju kelas 2-1. Mendekati kelas itu, takki menyadari 1 hal. Kelas yang biasanya rebut luar biasa itu, kini tampak sepi. Ia menghentikan langkahnya.
“ kenapa sepi? Jangan-jangan mereka punya rencana menjahiliku. Tapi, apa mereka tahu hari ini ulang tahunku? Kayaknya sih nggak. Ya, nggak mungkin mereka tahu tanggal lahirku.” Dengan meyakinkan diri kalau kelas yang akan ia masuki itu tidak bermaksud menjahilinya, ia kembali melangkahkan kakinya ke kelas itu.

“ oha….you?” takki merasa heran karena di kelas itu hanya ada kurang lebih 10 orang. “ yang lain kemana?”

“ ah, semua lagi di atap….” Jawab hamao.

“ ada apa di atap?”

“ entahlah. Kami juga rencananya mau menyusul yang lain, tapi kami tunggu sensei dulu biar nggak dikira kabur di jam pelajaran…” sekarang takuya yang menjawab. Bersamaan dengan itu, anak-anak yang lainnya bangkit dari tempat duduknya. “ ayo sensei, ikut kami kea tap….” Ajak takuya. Tanpa menunggu jawaban takki, ia menyeret gurunya itu ke atap.

“ Otanjoubi Omedetoooou~~”seru semua orang yang ada di atap begitu takki dan anak kelas 2-1 itu sampai di atap. Takki bengong melihat semua anak kelas 2-1 dan para guru berkumpul di atap. Tak terkcuali takigawa eiji

“ kore….” Hanya kata itu yang terucap dari bibir takki.

“ walau libur, kami menyempatkan diri untuk membuat surprise untukmu….” Minami menghampiri takki yang masih bengong di tempatnya.

“ libur?”

 “ iya, hari ini sebenarnya seigaku masih libur… kami nggak mengabarimu karena sengaja ingin mengerjaimu…”

“ minna….. Hontou ni arigatou~” takki menundukkan kepalanya.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan potong kue dan lainnya. Hari ini merupakan hari yang tak terlupakan.
Takki pulang ke apartemennya jam 2 sore. Perasaannya hari ini sangat senang. Tak ada hari seindah hari ini. hanya saja, ia menyayangkan karena tak bisa bertemu ibunya. Begitu sampai di apartemennya, takki kaget melihat seorang wanita tua, dengan rambur bergelombang berwarna hitam, berdiri di depan pintu apartemennya. Menyadari kedatangan takki, wanita tua itu menyambutnya dengan wajah tersenyum.

“ okaeri… yukki-kun…”

“ okaasan? Sejak kapan di sini?”

“ baru 20 menit yang lalu.”

“ astaga, kenapa nggak bilang kalau mau datang. Ayo masuk…” takki membuka pintu apartemennya dan membantu membawa barang bawaan ibunya masuk ke apartemennya. “ kenapa nggak minta kunci cadangan ke pemilik apartemen?” Tanya takki saat menghidangkan minuman untuk ibunya.

“ tadi sih pemilik apartemen memberikan ibu kunci cadangannya. Tapi ibu tolak. Ibu ingin melihat takki yang baru pulang dari sekolah…”

“ ibu ini ada-ada saja. Aku masakkan sesuatu ya?” tawar takki.

“ ibu ingin dibuatkan resep yang ibu berikan kemarin…”

“ oke… tunggu ya…”

Takki mulai memasak masakan yang diminta ibunya. Dengan semangat ia masak. 30 menit kemudian, masakannya sudah jadi. Setelah menatanya di meja makan, takki duduk berseberangan dengan ibunya.

“ yukki-kun, itu foto anak-anak di seigaku?” Tanya ibunya saat melihat foto yang ia pajang di sebelah televisi.

“ itu kelas 2-1. Ibu ingat kei-chan? Dia wali kelas itu. Tapi, mungkin karena kei-chan sahabatku, aku lebih 
dekat dengan mereka. Bahkan, yang memberikan kejutan tadi di sekolah, anak-anak kelas itu.”

“ mereka pasti anak-anak yang baik ya?”

Takki mengangguk.
Namanya takiguchi Yukihiro. Hari ini 26 tahun. dokushin, seorang guru di sebuah sekolah swasta, seigaku. Tanpa sepengetahuannya, ia mulai dekat dengan seluruh anak-anak 2-1. Dan karena itulah, mulai besok, ia mendampingi minami keisuke menjadi wali kelas 2-1.
==========
END
Aneh….. aneh jadinyaaaa~~
Demo, Otanjoubi Omedetou, om takki….
Dia satu-satunya orang yang aku suka dari pertama kenal dia waktu jadi oishii. Dan dia satu-satunya cast yang nggak pernah ngerubah gaya rambut terlalu ekstrim. Aku suka rambut itemnya.
Daisukiiii da yo…. Takki….. XD
Jaa, Mata Nee~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar