Selasa, 25 Januari 2011

Hanagawa Family - Ryotaro no Ichi nichi.....


 gyahoooo...... saia muncul dengan cerita baruuu~~
nyuri-nyuri waktu di sela UAS.... hohooho... tensai tekii~~
nee, niatnya sih satu keluarga di jadiin satu, tapi berhubung ketahuan nggak belajar, akhirnya cuma ryo-papa aja. yang lain nyusul deh...
saa, selamat menikmati.... XD

Ryotaro no ichi nichi.......



Hummm…. Hari yang cerah. Hari ini aku bangun terlalu pagi. Ah, kenalkan, aku ryotaro. Kepala keluarga hanagawa. Hari ini entah kenapa terasa istimewa. 

Tidak, tidak ada peringatan apapun hari ini. Mungkin karena aku bangun terlalu pagi, dan hari ini aku libur. Sayangnya aku libur di saat semua anggota keluargaku melakukan aktivitasnya seperti biasa. Yah, tak apalah. Bersantai untuk satu hari sepertinya bagus juga. Begitu selesai mandi dan berpakaian, aku keluar kamar. Hmm…. Baunya enak. Sepertinya yuu sudah selesai masak. Lebih baik aku mampir dulu ke dapur. Yuu agak kaget melihatku sudah bangun. Ia menawarkan secangkir kopi untukku. Kujawab dengan mengangguk sambil mencomot sedikit nasi goreng buatannya. 

Setelah menerima kopi yang dibuat yuu, aku duduk sebentar di meja makan. Berdiskusi masalah makan siang hari ini. Sudah menjadi kebiasaan kalau aku libur, yuu memasakkan makanan favoritku. Sebenarnya aku tak begitu mematok makanan apa yang harus kumakan. Apapun yang dibuat yuu selalu enak.

Lagipula seleraku dengan anak perempuanku, yuki, tak begitu cocok. Anak itu benci sekali sayur. Sedangkan aku tak bisa makan tanpa sayur. Akhirnya aku meminta yuu memutuskan sendiri. Awalnya ia agak sungkan, tapi setelah aku yakinkan dia sedikit, akhirnya ia mengerti. Nah, tinggal menunggu apa saja yang akan ia masak. Keluar dari dapur, aku menuju ke lantai 2. niatnya sih membangunkan anak-anakku.

Begitu aku sampai di atas, yuya, anak laki-lakiku sudah berdiri berkacak pinggang di depan kamar yuki. Haaah…. Sepertinya yuki buat ulah lagi. Aku menghampirinya dan menanyakan apa yang sedang ia lakukan di depan kamar yuki.

Menurut yuya, yuki salah mengambil dasi kemarin. Dan yuki yang kamarnya di ketuk*atau lebih tepatnya dipukul* tidak bangun-bangun juga. Akupun turun tangan. Daripada yuya jadi satpam di depan kamar yuki. Tak seberapa lama, yukipun membuka pintu kamarnya. Rambutnya masih acak-acakan. Tangan kanannya mengucek mata, sedangkan di tangan kirinya membawa dasi. Ia menyerahkan dasi itu pada yuya. Begitu yuya mendapatkan dasinya, ia kembali ke kamarnya. Akupun membujuk yuki agar cepat-cepat mandi dan bersiap.

Setelah yuki benar-benar bangun, aku pergi ke kamar sebelah yuki. Aku mengetuk pintu kamar yukito. Agak lama hingga ia membuka pintu. Rupanya ia baru habis mandi. Karena badannya terbungkus handuk, dan rambutnya yang basah. Aku hanya mengingatkan agar ia cepat-cepat bersiap dan turun untuk sarapan. Setelah itu aku turun dan mendapati shouma dan junko yang berjalan menuju ruang makan. 

Aku duduk di kurisku, di sebelahku junko, dan diseberang junko ada shouma. Tak seberapa lama yuya muncul. Ia mengambil tempat duduk di sebelah shouma. Menyusul kemudian yuki yang duduk di sebelah junko. Yang paling terakhir muncul adalah yukito dan masa. Yukito duduk di sebelah yuki kemudian di sebelahnya masa. Begitu selesai sarapan, aku mengantar anak-anakku sampai depan gerbang. Hari ini tugas daisuke yang mengantar mereka ke sekolah. Sedangkan shota mengantar junko kerja.
  
Humm…. Semua sudah berangkat beraktivitas. Aku lebih memilih nonton di ruang keluarga. Selang 5 menit setelah aku mendapatkan posisi duduk yang nyaman, shouma menghampiriku. Ia pamit ingin pergi ke rumah temannya. Setelah menasehatinya agar hati-hati di jalan, aku melanjutkan nonton tv. Haaah, bosan rasanya….

Mungkin lebih baik kalau aku libur di hari libur…………….. Benar-benar di hari libur........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar