Sabtu, 27 Oktober 2012

[Fanfic] Tada Hiroshi-Suzuki Katsuhiro ~Rainy Days~

Konbanwaaa~~
Hontou ni hisashiburi desu nee~~

Haaah, di tengah badai tugas dan ancaman proposal, saia menyempatkan diri membuat karya yang teramat gaje*lebe* dengan pairing Hiroshi "The Sketchbook" sama Katsu "red busters".
kenapa saia mempasangkan mereka?

Karena menurut MATA SAIA, mereka ini lumayan mirip.... makanya iseng aja buatin fanfic awal buat mereka. karena gaje, mungkin belum ketahuan ceritanya seperti apa. tapi, seandainya punya waktu luang, pasti saia lanjutin... Yak, here we goooo~~


==========
Rainy Days

Cast : Tada Hiroshi "the Sketchbook" dan Suzuki Katsuhiro "Red Busters"


Ditengah rintik hujan yang semakin lama semakin deras, sesosok bocah laki-laki memakai jaket merah tampak terhuyung-huyung mencari tempat berteduh. Wajahnya yang lebam di sana sini, ditambah darah segar yang mengalir dari ujung bibirnya membuatnya tampak lemah. Melihat taman yang sepi, bocah itu berjalan perlahan memasuki taman, dan duduk di bangku taman yang letaknya persis di bawah pohon yang lumayan lebat. Perlahan, ia menyeka darah di ujung bibirnya dengan ujung jaketnya.

“ hhh… sial” gumamnya. Walau darah sepertinya masih mengalir, ia berhenti menyeka bibirnya. Makin di seka, terasa semakin sakit.

Teringat kembali beberapa saat sebelum ia berakhir di bangku bawah pohon taman. Awalnya ia berniat untuk kabur dari rumah yang selama 2 tahun ia tempati. Semakin lama ia tinggal di rumah itu, semakin tersiksa seluruh tubuh dan hatinya. Sayangnya di tengah perjalanan untuk kabur*entah kemana* ia dihadang preman yang mabuk. Ia tak tahan dengan bau alcohol preman itu. Melihat wajah tak senang bocah itu, si preman dengan sesuka hati menghajarnya. Untungnya tak seberapa lama, preman itu bosan dan meninggalkannya di jalan.

“ eh? Kamu luka?” ujar seseorang dari belakangnya. Bocah itu menoleh dan melihat seorang pria yang lumayan tinggi dengan payungnya berdiri di belakang bocah itu. “ daijoubu?” tanyanya dengan suara lembut.

“ nggak ada urusan denganmu. Biarkan aku sendiri” ujarnya ketus. Mengalihkan pandangannya dari pria di belakangnya itu, dan kembali menyeka darah di bibirnya.

“ ugh…” rintihnya pelan begitu ujung jaketnya kembali ia sentuhkan pada bibirnya.

“ tuh kan sakit… mau ke rumahku? Kebetulan rumahku di dekat sini. Nanti kuobati lukamu, setelah itu kuantar kau pulang.” Ujarnya menyodorkan payung yang ia bawa pada bocah itu. Bocah itupun menyadari, bagian belakang pria itu basah terkena tetesa dari payungnya.

“ nggak usah. Itu… bagian belakangmu basah. Nggak usah mayungin aku. Kalo kamu sampai sakit, aku nggak mau tahu” ujar bocah itu ketus.

Melihat si bocah yang keras kepala, ia pun menginggalkan bocah itu.
“ nggak usah sok baik” gumam bocah itu begitu pria yang sedari tadi memayunginya pergi. Entah karena sakit di sekujur tubuh, atau capek karena berlari, bocah itu mulai mengantuk dan merobohkan badannya di bangku itu.

Tak sadar berapa lama dirinya tidur di bangku taman, bocah yang semalam kelelahan itu perlahan membuka matanya. Matahari menyoroti wajahnya yang mulai bengkak.

“ ternyata kamu kuat ya…” ujar seseorang di sebelahnya, hingga membuat bocah itu mendadak bangun dan melihat ke arah sumber suara.

“ kamu…..”

“ yo…” ujar pria yang semalam di ajak berdebat si bocah. “ wajahmu tampak mengerikan. Kalau boleh aku tahu, apa yang membuatmu berwajah begitu?”

“ preman di ujung blok.”

“ hoo… ah iya…” pria itu merogoh tas gendong yang ia letakkan di sebelah kakinya dan mengeluarkan beberapa buat onigiri. “ aku sudah menduga kau pasti tidur di sini, jadi aku membelikanmu ini…” ia menyodorkan onigiri itu pada si bocah.

“ nggak perlu” ia membuang wajahnya.
KRIUUUUUK…

Pria itu tersenyum mendengar suara perut si bocah, sedangkan orang yang bersangkutan menunduk malu. Perlahan pria iru menyodorkan onigiri pada si bocah. Bocah itu mendongak perlahan dan mendapati si pria tersenyum lembut padanya. Dengan ragu, si bocah mengambil onigiri dari tangan si pria. Pria tersebut tersenyum lega. Selagi si bocah membuka bungkus onigiri, si pria mengambil sebuah lagi dari tasnya dan menggigit ujung onigirinya.

“ oh ya, boleh aku tahu namamu?” Tanya si pria setelah menelan onigiri gigitan pertamanya.
Si bocah terdiam sejenak sebelum menjawab… “ Katsuhiro…. Suzuki Katsuhiro”

“ Suzuki-kun ka~ boku Tada hiroshi. Yoroshiku”

==========

Nyohohoho~~ lumayan gaje kan? *sangat malah*
Maa, masih belum tau juga sih ceritanya bakal gimana... yang jelas, suatu saat pasti dilanjutkan...
suatu saat...

oke, suatu saat...

Jaa, Mata Naaa~~*kabur*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar