Hontou ni hisashiburi desu nee~~
Haaah, di tengah badai tugas dan ancaman proposal, saia menyempatkan diri membuat karya yang teramat gaje*lebe* dengan pairing Hiroshi "The Sketchbook" sama Katsu "red busters".
kenapa saia mempasangkan mereka?
Karena menurut MATA SAIA, mereka ini lumayan mirip.... makanya iseng aja buatin fanfic awal buat mereka. karena gaje, mungkin belum ketahuan ceritanya seperti apa. tapi, seandainya punya waktu luang, pasti saia lanjutin... Yak, here we goooo~~
==========
Rainy Days
Cast : Tada Hiroshi "the Sketchbook" dan Suzuki Katsuhiro "Red Busters"
Ditengah rintik hujan
yang semakin lama semakin deras, sesosok bocah laki-laki memakai jaket merah
tampak terhuyung-huyung mencari tempat berteduh. Wajahnya yang lebam di sana
sini, ditambah darah segar yang mengalir dari ujung bibirnya membuatnya tampak lemah.
Melihat taman yang sepi, bocah itu berjalan perlahan memasuki taman, dan duduk
di bangku taman yang letaknya persis di bawah pohon yang lumayan lebat.
Perlahan, ia menyeka darah di ujung bibirnya dengan ujung jaketnya.
“ hhh… sial” gumamnya.
Walau darah sepertinya masih mengalir, ia berhenti menyeka bibirnya. Makin di
seka, terasa semakin sakit.
Teringat kembali
beberapa saat sebelum ia berakhir di bangku bawah pohon taman. Awalnya ia
berniat untuk kabur dari rumah yang selama 2 tahun ia tempati. Semakin lama ia
tinggal di rumah itu, semakin tersiksa seluruh tubuh dan hatinya. Sayangnya di
tengah perjalanan untuk kabur*entah kemana* ia dihadang preman yang mabuk. Ia
tak tahan dengan bau alcohol preman itu. Melihat wajah tak senang bocah itu, si
preman dengan sesuka hati menghajarnya. Untungnya tak seberapa lama, preman itu
bosan dan meninggalkannya di jalan.
“ eh? Kamu luka?” ujar
seseorang dari belakangnya. Bocah itu menoleh dan melihat seorang pria yang
lumayan tinggi dengan payungnya berdiri di belakang bocah itu. “ daijoubu?”
tanyanya dengan suara lembut.
“ nggak ada urusan
denganmu. Biarkan aku sendiri” ujarnya ketus. Mengalihkan pandangannya dari
pria di belakangnya itu, dan kembali menyeka darah di bibirnya.
“ ugh…” rintihnya
pelan begitu ujung jaketnya kembali ia sentuhkan pada bibirnya.
“ tuh kan sakit… mau
ke rumahku? Kebetulan rumahku di dekat sini. Nanti kuobati lukamu, setelah itu
kuantar kau pulang.” Ujarnya menyodorkan payung yang ia bawa pada bocah itu. Bocah
itupun menyadari, bagian belakang pria itu basah terkena tetesa dari payungnya.
“ nggak usah. Itu…
bagian belakangmu basah. Nggak usah mayungin aku. Kalo kamu sampai sakit, aku
nggak mau tahu” ujar bocah itu ketus.
Melihat si bocah yang
keras kepala, ia pun menginggalkan bocah itu.
“ nggak usah sok baik”
gumam bocah itu begitu pria yang sedari tadi memayunginya pergi. Entah karena
sakit di sekujur tubuh, atau capek karena berlari, bocah itu mulai mengantuk
dan merobohkan badannya di bangku itu.
Tak sadar berapa lama
dirinya tidur di bangku taman, bocah yang semalam kelelahan itu perlahan
membuka matanya. Matahari menyoroti wajahnya yang mulai bengkak.
“ ternyata kamu kuat
ya…” ujar seseorang di sebelahnya, hingga membuat bocah itu mendadak bangun dan
melihat ke arah sumber suara.
“ kamu…..”
“ yo…” ujar pria yang
semalam di ajak berdebat si bocah. “ wajahmu tampak mengerikan. Kalau boleh aku
tahu, apa yang membuatmu berwajah begitu?”
“ preman di ujung
blok.”
“ hoo… ah iya…” pria
itu merogoh tas gendong yang ia letakkan di sebelah kakinya dan mengeluarkan
beberapa buat onigiri. “ aku sudah menduga kau pasti tidur di sini, jadi aku
membelikanmu ini…” ia menyodorkan onigiri itu pada si bocah.
“ nggak perlu” ia
membuang wajahnya.
KRIUUUUUK…
Pria itu tersenyum
mendengar suara perut si bocah, sedangkan orang yang bersangkutan menunduk
malu. Perlahan pria iru menyodorkan onigiri pada si bocah. Bocah itu mendongak
perlahan dan mendapati si pria tersenyum lembut padanya. Dengan ragu, si bocah
mengambil onigiri dari tangan si pria. Pria tersebut tersenyum lega. Selagi si
bocah membuka bungkus onigiri, si pria mengambil sebuah lagi dari tasnya dan
menggigit ujung onigirinya.
“ oh ya, boleh aku
tahu namamu?” Tanya si pria setelah menelan onigiri gigitan pertamanya.
Si bocah terdiam
sejenak sebelum menjawab… “ Katsuhiro…. Suzuki Katsuhiro”
“ Suzuki-kun ka~ boku
Tada hiroshi. Yoroshiku”
==========
Nyohohoho~~ lumayan gaje kan? *sangat malah*
Maa, masih belum tau juga sih ceritanya bakal gimana... yang jelas, suatu saat pasti dilanjutkan...
suatu saat...
oke, suatu saat...
Jaa, Mata Naaa~~*kabur*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar