Sabtu, 02 Juni 2012

[Birthday Fanfic] - Kimi ni....

Kimi ni....

Cast : Jinnai Sho, Hirose Daisuke, dan cast Seiru lainnya...*seperti biasa*
Note : Sebuah fanfic gaje untuk ulang tahun dainyan.....
Otanjoubi Omedetou Dainyan.... :D




==========

Pindah sekolah ke st rudolph dan lanjut bermain tennis tidak pernah terbayangkan oleh daisuke. Namun kenyataan membawanya pada keadaan itu. Terlebih lagi daisuke bisa masuk tim inti dan menjadi partner doubles dengan jinnai sho, mantan pasangan doubles keisuke, saudara kembarnya. Awalnya daisuke agak ragu dengan jinnai. Bukannya bagaimana, jinnai orang unik pertama yang ditemui daisuke.
Awal bertemu, dia tampak suram. Setelah mencari tahu, dan terlibat masa lalu-nya, daisuke bisa mengerti kenapa jinnai bisa semuram itu. Sempat bertanding dengannya, kapten izukapun menyarankan daisuke untuk jadi partner doubles jinnai.

Dari sikap teman-teman se-klub dan perlakuan kapten Izuka, daisuke tahu kalau jinnai salah satu anggota klub yang diandalkan. Keunikan pertama yang buat daisuke shock, saat jinnai setuju untuk menjadikan dirinya partner doubles jinnai. Sepulang dari latihan sore, jinnai yang menanyakan nomer handphone daisuke sepulang latihan itu menelponnya. Dari nada suara yang ceria dan selalu mengakhiri kalimat dengan kata “dane~” daisuke tak menyangka kalau yang menelponnya itu jinnai yang ia hadapi tadi.

Walau berisik dan suka seenaknya, akhir-akhir ini daisuke sedikit bergantung pada pria yang ia panggil jinshan itu. Misalnya pada saat sebelum bertanding, daisuke yang saat itu menghadapi pertandingan pertamanya sebagai partner doubles jinnai, merasa resah. Jinnai, dengan nada bicaranya yang biasa, malah menantang daisuke. Seandainya pertandingan kali ini mereka menang, jinnai akan memasakkan sesuatu untuknya. Biar kelihatannya cuek, masakan buatan jinnai cukup popular di antara anggota klub. Seandainya kalah, menu latihan jinnai akan dilakukan oleh daisuke. Dengan perjanjian-atau lebih tepatnya ancaman- jinnai, daisuke bisa melupakan kecemasannya.

Pernah juga, jinnai rela pulang malam demi membantu daisuke menyelesaikan piketnya. Saat olah ragapun, jinnai yang kebetulan lewat lapangan sepak bola saat kelas daisuke sedang olah raga, dan melihat daisuke jongkok memegangi kakinya yang kram, jinnai segera menghampiri daisuke dan menggendongnya ke ruang UKS. Walau daisuke bilang tidak apa-apa, jinnai tetap bersikeras menunggui daisuke sampai perawat UKS datang.

Akhir-akhir ini, daisuke yang, entah kenapa sering memimpikan saudara kembarnya itu, selalu menceritakan mimpinya pada jinnai. Jinnai hanya tersenyum dan mengelus kepala daisuke.

“ dia kangen sama kamu mungkin” jawabnya.

Jinnaipun tak menolak ketika diminta daisuke untuk menemaninya mengunjungi makam keisuke. Yah, untuk yang satu ini memang tak mungkin jinnai menolak. Dan daisuke tak bisa berbuat apa saat jinnai merenung menatap makam keisuke. Walau sesaat sebelum sampai di makam dan beberapa menit setelah mereka meninggalkan makam jinnai masih diam, begitu tiba di apartemen jinnai, kemuraman itu hilang entah kemana. Dan jinnai yang berisikpun kembali.

Selagi daisuke asik memainkan handphone-nya, bel apartemen jinnai berbunyi. Daisuke yang menawarkan diri untuk membuka pintu, dilarang oleh jinnai.

“ biar aku yang buka. Tolong lihat masakanku.” Ujarnya sambil melepas celemek dan menuju pintu masuk untuk membuka pintu.
Daisuke bengong melihat hasil masakan jinnai. Masakan itu terlalu banyak untuk dimakan berdua.

“ daisuke..” panggil jinnai. Daisuke pun berbalik dan melihat seluruh anggota inti klub tennis berkumpul di ruangan itu. Okubo membawa sebuah kue tart.
otanjoubi omedetou~~” seru semua orang yang ada di ruangan itu. Daisukepun tersadar kalau hari ini hari ulang tahunnya.

“ ayo ditiup lilinnya” ujar okubo tak sabar. “ eiiit~” lanjutnya saat daisuke mendekat dan hendak meniup lilin. “ make a wish dulu…”
Daisuke hanya tertawa. Ia menundukkan kepalanya dan memejamkan mata. Setelah mengucapkan beberapa permintaan, lilin kecil berwarna warni di sekeliling kue itupun ditiupnya.

minna, arigatou~” ujar daisuke saat yang lain asik memotong kue. “ jangan-jangan ide jinshan ya, mengajakku ke sini pulang dari makam kei?”

Yang dituduh hanya nyengir polos. “ nggak nyangka dane~?”

Daisuke mengerutkan bibirnya. Teringat sesuatu ia melihat ke arah kenta yang sedang melihat-lihat hasil masakan jinnai di meja makan. “ bukannya hari ini ada latihan sore?”

“ mm?” kenta mengalihkan pandangannya dari masakan jinnai dan memandang daisuke. “ sekali-sekali libur boleh kan? Sudah, jangan pikirkan itu. Cepat makan kuenya, lalu kita makan masakan jinshan…” ujar kenta tak sabar. Ia mendorong daisuke menuju ruang tamu, dan bergabung dengan jinnai, okubo, seiya, dan yutaka yang sedang berebut kue.

“ nee, yang ulang tahun nggak dapet bagian dane~” serobot jinnai. Mengamankan kue yang belum terpotong. Dari jangkauan tangan izuka dan yang lainnya. “ dainyan kurus, harus makan banyak. Dane~?”

sou da.” Daisuke merebut kue yang dipegang jinnai.

Selanjutnya, mereka asik makan kue, dilanjutkan dengan makan malam, masakan jinnai.
Saat matahari mulai terbenam, satu persatu mereka pulang. Tinggal kenta dan daisuke di kamar itu, jinnai mengantar yang lain pulang sekalian mampir ke konbini untuk membeli snack.

kyou wa arigatou, Izuka bucho.” Ujar daisuke sambil menundukkan kepalanya.
“ hum? Ah, harusnya kau berterima kasih pada jinshan. Dia yang punya ide untuk merayakan ulang tahunmu. Aku sih, senang-senang saja. Karena itu artinya kalian sudah mulai dekat.”

“ jinshan, arigatou ne~” gumam daisuke dari balik selimutnya. Malam ini ia memilih menginap di rumah jinnai. Karena asik mengobrol dengan kenta, daisuke ketinggalan kereta terakhir. Mumpung besok juga libur, jinnai menyarankan daisuke untuk menginap.

Jinnai yang memunggungi daisuke, berbalik dan memandang daisuke yang juga memandangnya.
“ aku baru sadar, mungkin karena ulang tahun kita sudah dekat, makanya kei jadi sering muncul di mimpiku.”

“ hmm… mungkin sih.”

“ awalnya aku berpikir, apa aku bisa jadi partner doubles yang baik buat jinshan. Tapi…. Sebagaimanapun aku berusaha, kei tetap tak bisa tergantikan ya…”

“ naa, dainyan… sejujurnya saat aku bertemu denganmu, aku benar-benar bagaikan melihat keisuke yang masih hidup. Tapi, setelah aku bertanding denganmu, aku menemukan sosok dainyan yang benar-benar berbeda dengan kei. Dan aku rasa, sesuatu yang berbeda itulah yang tak pernah kutemukan dari sosok keisuke.” Jinnai mengangkat kepalanya, dan mengganjal dengan tangannya. “ jangan lagi berpikir kalau aku menjadikanmu partner doubles karena kau kembaran keisuke. Dainyan yang kukenal, adalah dainyan yang sebenarnya. Bukan sebagai pengganti keisuke atau siapapun. Aku memilih dainyan sebagai partnerkupun karena dainyan bisa menghadapi semua sifatku, dan tanpa ragu memukul atau menjitakku kalau kelakuanku berlebihan. Seringnya, dainyanlah yang memberikan semangat padaku. Kau selalu menyemangatiku walau kau sendiri sering cemas. Dainyan yang selalu panik kalau lupa bawa hachimaki. Dainyan yang seperti itu, sangat berbeda dengan keisuke.”
Daisuke hanya diam mendengar kata-kata jinnai. Ia menutup matanya sejenak, kemudian tersenyum.

yappari, hanya jinshan yang bisa mengatakan semua kejelekanku seperti itu..” daisuke tertawa. Jinnai diam sejenak, mengerut alisnya kemudian ikut tertawa.

“ sudahlah, tidur sana! Besok kau harus berangkat dengan kereta pagi.” Jinnai kembali ke posisinya, dan menarik kembali selimutnya. “ oyasumi”

“ oyasumi”
==========
 END

Gaje banget dah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar