Senin, 19 Maret 2012

Happy Birthday Endou Yuya.....

Happy Birthday Endou Yuya.....


“otsukare sama, endou-kun…..” ujar sang director sambil menyerahkan buket bunga. Yuya menerimanya dengan wajah tersenyum. Mencoba menutupi capek yang ia rasakan.
“ arigatou, director-san…. Hari ini hari terakhir syuting, dan saya merasa sangat senang bekerja sama dengan teman-teman, dan staff yang begitu professional dan menyenangkan…….” Yuya meneruskan pidatonya. Ya, hari ini adalah hari terakhir syuting untuk film terbarunya. Setelah sekian lama tidak main di suatu dorama, yuya merasa semangat dan berapi-api. Setidaknya, baginya ia sudah melakukan semua yang terbaik dari dirinya.
Setelah pidato dan menyapa seluruh staff dan teman mainnya di film itu, yuya kembali ke apartemennya. Di tengah perjalanan, ia melewati toko kopi starbuck. Melihat toko itu, yuya teringat akan yanagi. Dan sadar selama beberapa bulan belakangan ini tidak pernah menghubunginya. Ia menghentikan mobilnya di depan starbuck, dan turun untuk membelinya.
To: yanagi
Hoi~ sudah lama aku nggak main ke apartemenmu ya? Hari ini kau ada di rumah? Aku main ke sana ya, mumpung syutingku sudah selesai…

SEND….
Yuya mengirim pesan pada yanagi selagi menunggu pesanannya datang. Ditariknya syal merah bergaris hitam yang sedari tadi membelit lehernya. Rasanya ribet juga menyembunyikan identitasnya di tengah suasana ramai begini. Yah, lebih baik begini daripada harus dikerumuni fans.
Selagi menunggu pesanan dan pesan balasan dari yanagi, yuya memandang ke arah jendela. Tiba-tiba teringat saat awal ia bertemu yanagi, memutuskan untuk membentuk D-BOYS dengan yanagi dan yamazaki, hingga saat ia menggantikan yanagi sebagai ryouma karena kecelakaan yang ia alami. Walau wajah dan perawakan yanagi tampak lebih muda dibandingkan dirinya, ia begitu mengagumi yanagi.
Dulu yuya pernah membayangkan bagaimana kalau dirinya ada di posisi yanagi. Yuya merasa tidak mungkin bisa bangkit lagi. Tapi yanagi bisa. Bahkan semangatnya itu tanpa di sengaja mempengaruhi hidup yuya.
Selagi bengong, hp yuya bergetar. Yanagi menelponnya.
“ yo~”
“ yuyan? Aku hari ini ada di kantor D-boys sama yang lain. Kalau mau, kamu bisa ikut ngumpul sama kita juga kok. Mumpung yuu ada di sini, sekalian kita ngerayain sukses single-nya yang menempati urutan pertama…” ujar yanagi girang dari seberang telepon.
“ ada shirotan juga? Hmm… berapa orang yang ada di sana?”
“ um… chotto ne…..” terdengar suara yanagi yang menyuruh semua orang berbaris dan mulai menghitung. Yuya hanya tersenyum geli mendengar cara yanagi menghitung orang yang ada di ruangan itu. “ 12 orang…”
“ wah, banyak juga.”
“ are? Yuyan mau ngapain? Membelikan kita snack?”
“ hm? A… ah.. iya…. Mungkin nanti aku mampir ke konbini dulu, jadi mungkin agak telat datengnya…”
“ oke, akan kami tunggu… asal jangan sampai lewat jam 12 ini aja?”
“ eh? Memangnya kenapa?”
“ eh? Ah? Ah… nggak sih…. Yuu mau lanjut tour-nya…. Jadi…… pokoknya cepat datang ya… dah…”
Yanagi menutup teleponnya. Yuya hanya bengong menatap layar hpnya. Ia menghampiri meja kasir dan meminta mengurangi pesanannya. Tak seberapa lama, datanglah moca cappuchino pesanannya. Begitu keluar dari starbuck, ia menyeruput sedikit minumannya, dan melangkah menuju konbini yang ada tepat di sebelah starbuck. Setelah membeli beberapa snack, yuya berjalan menuju mobilnya, dan menjalankan mobilnya menuju kantor D-boys.
Sampai di depan kantor, yuya lupa membawa kartu identitasnya. Yah, walau tanpa itupun yuya masih bisa masuk, tapi agak susah masuk ke ruangan kalau tanpa ID card. Iapun merogoh sakunya untuk mencari handphone. Begitu ditemukan, yuya langsung mencari nomor yanagi.
“ hai~”
“ yanagi? Aku lupa bawa ID card. Bisa jemput aku di pintu masuk? Kalau bisa ajak 2 orang lagi. Karena aku dan kamu nggak mungkin mengangkut snack ini berdua.”
“ oke…. Tunggu sebentar…”
Yuya menutup handphone-nya. Bahkan untuk hal sekecil inipun ia selalu minta tolong yanagi terlebih dahulu. Agak aneh memang. Bergantung pada yanagi yang kondisinya, yaaah bisa dibilang gerakannya terbatas karena kecelakaannya itu. Tak seberapa lama, seseorang menepuk pundak yuya. Begitu menoleh, tampak yanagi, adachi dan zukki yang tersenyum ke arahnya.
“ ceroboh sekali, sampai-sampai lupa bawa ID card. Seperti bukan yuya aja…” protes zukki sambil mengangkut beberapa kantong plastic.
“ aku nggak ada rencana mau ke sini awalnya.”
“ bukannya ID card itu selalu kamu bawa?” lanjut adachi.
“ ah, sudahlah… aku juga manusia. Bisa lupa juga….” Wajah jutek yang seperti biasa mulai muncul di wajah yuya. Yanagi, zukki dan adachi hanya tertawa.
“ ah iya, yuyan, tolong ambil tas di ruanganku dong… tanganku penuh nih…” ujar zukki sambil menyodorkan ID card yang tergantung di dadanya. “ tas biru yang di dekat jendela itu ya….”
“ oke…” yuya menyerahkan kantong yang ia pegang pada adachi dan berbalik menuju lantai 3 untuk mengambil tasnya zukki. Setelah yakin tas yang dia ambil benar, yuya kembali ke ruang rapat, dimana semuanya berkumpul. Dengan ID card zukki, yuya masuk ke ruangan itu. Yuya kaget, karena ruang yang dimasukinya sepi, dan gelap. Bagaikan tidak ada kehidupan di dalamnya. Perlahan yuya meraba tembok untuk mencari saklar. Begitu menemukan tombol saklar dan menekannya, lampu ruangan itu tak kunjung hidup.
“ mereka ngumpul dimana sih?” gumam yuya.
Saat ia hendak berbalik untuk mencari di ruangan lain, sebuah benda menghampiri wajahnya…
BRUK…..
“ are?” yuya kaget dan mencoba menyingkirkan benda lembut yang menempel di wajahnya. “kue?” ujarnya heran. Yuya menoleh ke arah datangnya kue menurut perkiraannya.

“Happy Birthday YUYAAA~” Teriak semuanya. Yuya hanya bengong.
Yanagi dengan gerakannya yang terbatas menghampiri yuya dengan kue yang masih utuh. “ otanjoubi omedetou, Yuyan” ujarnya. Yuya masih bengong. Sedikit nggak ngerti dengan kejadian yang barusan.
“ wah…. Yuyan shock…. Hooooi~~” yuu mengibaskan tangannya di depan wajah yuya yang masih bengong. “yuyaaaaaan….. hari ini hari ulang tahunmu. Dan kita berkumpul di sini untuk memberikan kejutan untukmu… masih nggak ngerti?” jelas yuu.
“ ulang tahunku?” yuya yang bengong akhirnya berbicara. Ia mengambil hp dari kantongnya dan melihat kalender. 20 maret. Dan akhirnya yuya mengerti.
“ sekarang make a wish, lalu tiup lilinnya…” ujar yanagi kemudian.
Yuya mengangguk. Ia menutup matanya. Berdoa. Dan kemudian meniup lilin dengan angka 25 itu. Begitu api di lilin padam, member yang lain pun bertepuk tangan. Satu persatu anggota D-boys menyalami dan mengucapkan selamat pada yuya.
“ ngomong-ngomong, apa sebaiknya yuya cuci muka? Apa nggak gatel, wajahmu belepotan krim begitu?” ujar tomo.
Yuya yang sadar tadi dirinya dilempari kuepun panic, dan akhirnya pergi ke toilet untuk membersihkan wajahnya.
Selama berjalan ke toilet, yuya mengomel sendiri. Ia membasuh wajahnya, dan memandang ke arah kaca. Ia menyadari sesuatu….. hari ini umurnya bertambah 1. Umur yang nggak bisa dibilang muda lagi. Banyak hal yang jadi tanggung jawabnya. Termasuk D-boys yang ia bentuk bersama yanagi dan yamazaki. Perlahan, senyum mulai tampak di wajahnya yang sempat menjutek itu. Di saat yang bersamaan, yanagi masuk ke toilet.
“ yuyaaaan…. Tadi kau tersenyum sendiri. Ada apa? Apa kau terharu dengan ide kami?” goda yanagi.
“ kalau nggak ada adegan lempar kue sih… yaa, lumayanlah…”
Yanagi tertawa. “ yah, setidaknya gara-gara kami kau jadi ingat hari ini hari ulang tahunmu.”
“ hahaha…. Oke, oke, aku berterima kasih.”
“ yuyan, aku bersyukur kita membentuk D-boys. Dengan anggota yang seperti itu, hari-hariku yang dulu suram, perlahan jadi menyenangkan…. Aku harap itu juga yuyan rasakan…”
“ tentu saja.”
Yanagi tersenyum “ semoga kita bisa selalu bersama. Walau beberapa member sudah ada yang lulus, setidaknya kita bisa bersenang-senang bersama lagi suatu hari.”
“ tentu saja kan? Kita udah bersama-sama sejak tenimyu. Tentu saja hal itu nggak bisa terlupakan. Aku harap shirotan dan yang lainnya yang sudah lulus merasakan apa yang yanagi rasakan…”
“ yuyan berubah ya. Wajah jutek-nya udah nggak dominan lagi. Trus, udah nggak keras kepala lagi. Aku suka melihat yuyan yang sekarang…”
“ jangan memuji ah…. Ini juga akibat aku sering bersama kalian.”
“ kalu begitu, ayo kembali ke ruang rapat. Semua lagi potong-potong kue di sana…”
Yuya mengangguk dan mengikuti yanagi yang keluar toilet lebih dulu.
==========
Yuya menatap langit dari jendela kamarnya. Hari ini merupakan hari yang menyebalkan sekaligus menyenangkan. Ia merasa lebih bangga dengan keadaan D-boys yang sekarang ini.
Selagi asik berfikir, sebuah pesan masuk ke hpnya.
From : Yamazaki-san
Endou-kun… otanjoubi omedetou…. Umurmu bertambah lagi ya…. ^^
Semoga kau makin dewasa dan….. terima kasih sudah meneruskan d-boys…. Nggak salah aku mempercayakan D-boys padamu dan yanyan…. Sekali lagi, maaf sudah bersikap egois dengan meninggalkan D-boys…
Salam untuk yang lainnya….
Sender : yamazaki-san
March, 20th, 2012
11.57pm

Yuya tersenyum membaca pesan dari seniornya itu. Yuya kembali memandang langit. Tak sedikitpun rasa kesal ada dalam dirinya terhadap yamazaki. Mungkin, berkat hal itulah ia bisa menjadi dewasa. Tumbuh bersama anggota D-boys yang lainnya.
Yuya kembali menatap hpnya. Mengetik sesuatu, dan meletakkan hpnya di meja belajarnya. Dan iapun merebahkan dirinya di tempat tidur, selang beberapa menit kemudian, ia sudah terlelap dalam tidurnya.
=========
To : Yamazaki-san
Terima kasih ucapannya. Jangan merasa bersalah. Senpai teruskan saja perjuangan senpai. Karena senpai telah memutuskan memilih jalan itu. Aku dan yanagi akan selalu mendukung senpai.
Seperti yang senpai tahu, kami terus mengadakan upacara kelulusan untuk member yang lain. Tapi, walau mereka sudah tidak di D-boys lagi, kami tetap saling berkomunikasi.
Aku akan selalu bangga dengan D-boys yang telah kita bangun.
Senpai juga, terus berjuang ya…. ^^
Endou yuya….
=========
OWARI…



Cerita gaje karena baru pertama kali buat cerita tanpa memasukkan hanagawa family....
XD
Niichaaaan..... Happy birthday yaaa~~
semoga makin sukses sebagai leader D-Boys....

2 komentar:

  1. etooo...ternyata endou yuya leader d boys yah?kyaaaa..aq sering tnpa sengaja nonton dorama yg ada dia...dia di voice gokil bgt loh yuki...maen bareng toma jd dokter forensik gitu...:)

    BalasHapus
  2. Iya, dia leader... aku aja baru tau beberapa hari yang lalu.... XD

    aku malah ga pernah dapet doramanya dia...*pundung*

    heeee? belum nonton voice... T-T
    jadi pengen nontooooon..... :D

    BalasHapus