Senin, 02 Agustus 2010

kento story

Kento memasuki ruang osis dengan riang. Berharap hari ini mendapat data yang lebih baik dari setan-setan ruang osis. Sepi. Wajar saja. Setiap hari dialah yang datang paling pagi. Tidak mungkin yuto si tukang telat atau yuuya, yang selalu ingin datang pagi tapi selalu dicegah adiknya, atau si kanata. Ah, maksudnya tak mungkin kanata yang selalu datang pagi itu ke ruang osis terlebih dahulu. Mungkin ia mampir ke suatu tempat yang sudah diprediksikan kento.


Kento berjalan menuju mejanya. Seperti biasa, mengecek data yang kemarin diacak-acak adiknya yuuya dan kanata.

SRAAK….

Pintu ruang osis terbuka. Tampak wajah judes yuuya memasuki ruang osis. Kento hanya tersenyum. Sudah pasti ‘hal itu’ yang membuatnya bad mood.

“ ohayou!!” sapa kento seperti biasa. “ wajah seperti biasa ya!!” sindir kento. Yuuya yang hendak duduk di mejanya menghampiri kento.

“ kau tahu apa yang dilakukannya pagi ini??” Tanya yuuya yang dijawab gelengan oleh kento.

“ yang kutahu, sesuatu yang membuat wajah kusutmu semakin kusut.” Tebak kento. Yuuya melengos.

“ entah dia dendam atau apa, aku dikunci di kamar mandi!! Yang lebih parah lagi, papa dengan manisnya bilang kalau aku harus berangkat bareng ‘dia’ diantar daisuke.” Curhat yuuya. Kento hanya menggeleng. Entah kenapa kedua saudara ini tidak pernah akur. Tapi, menurut yuuya, yuki sempat berdamai dengannya. Dan belakangan ini kembali yuki mencari gara-gara dengan yuuya. Bagusnya, kento sebenarnya tahu kenapa yuki sempat damai dengan yuuya. Hanya saja dia malas menceritakannya pada yuuya. Toh, dia tak pernah ditanya.

“ senpai, gimana ceritanya senpai bisa masuk osis??” Tanya yuto pada kento. Pelajaran hari ini sudah berakhir dan kini mereka kembali berkumpul di ruang osis. Kento yang asik memeriksa data langsung menatap yuto.

“ tumben kamu Tanya hal itu??”

“ yah, Cuma mau tau aja. Lagipula dulu sewaktu kelas 1, yang kudengar osis beranggotakan 2 orang saja. Dan bisa kutebak itu kanata senpai dan yuuya senpai. Tapi, waktu aku bergabung, entah kenapa sudah ada senpai di osis. Makanya aku penasaran.”

Kento tersenyum. Yuto memang unik. “ kau tahu, baru kau yang bertanya bagaimana aku bisa masuk osis. Bahkan aku yakin, yuuya dan kanatapun tak ingat asal mula aku bergabung….”

==========

“ hoi kanata!! Bisa nggak bantuin sedikit saja kerjaan ini??” keluh yuuya. Kanata yang asik mengelus figur ultramannya menoleh kea rah yuuya. “ boleh saja kau menolak siswa yang mau masuk osis. Setidaknya kau harus membantuku. Karena gengsimu tahun ini tidak ada yang bergabung di osis. Atau….. kau memang bermaksud menindasku??”

“ aku menolak siswa-siswa itu karena mereka berisik. Cuma ingin bergaya kalau mereka masuk osis. Makanya aku menolak mereka.”

“ maka dari itu kau harus membantuku…..” protes yuuya. Boleh saja dia bergaya dengan menolak calon osis. Bukan berarti dia melimpahkan tugasnya padaku. Piker yuuya.

“ ah iya!! Aku baru ingat kalau kita harus menghadap takigawa sensei untuk merundingkan masalah anak kelas 1 itu…” kanata beranjak dari kurisnya dan meninggalkan ruang osis beserta yuuya yang bengong di mejanya.

“ kok masih di sini??” Tanya kanata beberapa detik setelah ia keluar.

“ eh??”

“ kau dan aku….” Ujar kanata.

“ eh?? Lalu, pekerjaan ini??”

“ kau bisa menyelesaikannya nanti!! Ayo!”

Yuuya menghela nafas. Cukup bodoh juga baginya harus bergabung di osis. Kemudian ia beranjak dari kursinya dan mengikuti kanata.

Beberapa jam mereka habiskan di ruang kepala sekolah.

“ perundingan yang aneh.” Komentar yuuya begitu mereka keluar dari ruang kepala sekolah dan menuju ruang osis.

“ oh ya?? Menurutku menyenangkan.” Ujar kanata yang ditatap sinis oleh yuuya.

BRUAK….. BRAK…. DUK…

Terdengar suara gaduh dari ruang osis. Yuuya dan kanata saling berpandangan.

“ kau mengunci pintunya saat kita keluar tadi??” Tanya kanata pada yuuya. Perlahan kepala yuuya menggeleng.

Begitu mereka memasuki ruang osis, tampak seorang cowok jangkung sedang mengamati sekeliling ruang osis. Atau setidaknya itu yang dipikirkan kanata dan yuuya.

“ oi!!” panggil yuuya. Cowok yang sedari tadi mengamati langit-langit ruang osis menoleh pada yuuya dan kanata yang berdiri di depan pintu.

“ oh…. Maaf aku masuk….” Cowok itu mencoba menjelaskan bagaimana ia bisa berada di ruang osis itu.

“ kau….. ono bukan??” tebak yuuya. Merasa pernah melihat wajah cowok itu.

“ endou??? Hongo?? Oh…. Ini ruang osis ya??” tanyanya polos.

“ memangnya kau kira ini ruang apa??”

“ maaf, tapi…. Kukira gudang!!” ujar kento.

“ lalu?? Kenapa kau bisa ada di si…. HWAAA….. proposalku!!!” teriak yuuya saat melihat tumpukan data yang tadi sudah dikumpulkannya beterbangan ke sana-sini.

“ haha… maaf, habisnya belalangku yang tadinya mau kujiadikan eksperimen kabur. Dan menurut insting dataku, ia masuk ke ruangan ini!!”

“ AKU TAK PEDULI BELALANG, KUMBANG, BIAWAK, BUAYA, ATAU BERUANGMU KABUR…… BAGAIMANA PROPOSALKUUUU????” wajah kusut yuuya berubah menyeramkan. Kento yang merasa bersalah menghampiri kertas-kertas yang tadi ia tabrak.

“ em…. Endou, sebagai gantinya aku mau membantumu membuat proposal ini….” Tawar kento.

Yuuya sejenak tampak ragu. Memang di kalangan siswa kelas 2 kento lumayan terkenal. Terkenal karena data-data yang ia dapatkan selalu akurat dan up2date. Tapi, apa dia bisa mengerjakan proposal yang menjelimet begini?? Yuuya sendiri butuh waktu 2 hari untuk mengerti maksud contoh proposal yang diberikan kanata.

“ hei, jangan ragu begitu!! Begini-begini aku sering buat proposal lho!!” ujar kento.

“ em….. bucho, bagaimana ka…..” begitu yuuya berbalik, kanata sudah menghilang. Ia menghela nafas. “ baiklah!!” ujar yuuya kemudian.

Selama 2 hari yuuya lembur di sekolah ditemani kento. Ternyata kento bukan Cuma pandai mengumpulkan data, ide-idenya untuk proposalpun menarik.

==========

“ dan sejak saat itulah aku bergabung dengan osis!!” kento mengakhiri ceritanya. “ em.. maksudku, aku yang menyatakan diri bergabung di osis.”

“ kenapa begitu??”

“ sejak kejadian aku mengacaukan ruang osis itu, yuuya selalu mencariku untuk membantunya. Setelah itu, aku berada di ruang osis berjam-jampun tidak masalah bagi mereka. Maka dari itulah aku menyatakan diri bergabung di osis.”

“ sou ka~!! Ternyata cara senpai masuk osis lebih parah dari pada aku ya!!” ujar yuto bangga. “ kanata senpai memang dari dulu senang menghilang ya!!”

“ dan sekarangpun lebih sering dari pada dulu. Kau lihat wajah yuuya, semakin stress dengan adanya kau dan yamada.” Kento dan yuto menoleh kea rah kanata yang asik berdebat dengan yuuya.

“ berarti, tanpa adanya senpai, yuuya senpai akan 5 kali lebih repot dibandingkan sekarang.”

Kento berpikir sejenak. “ benar juga. Kadang-kadang kau memikirkan hal yang bagus juga ya!!” ujar kento sambil mengelus kepala yuto.

“ hei!! Kento, yuto…. Jangan diskusi sendiri begitu!! Bantu aku mengulang isi proposal ini!!!” omel yuuya pada kento dan yuto.

“ lho?? Bukannya isinya sudah pas??” Tanya kento.

“ kelelawar hidup itu kurang suka isinya!! Ayo perbaiki!!” ujar yuuya mendekati computer.

Yuto dan kento hanya tersenyum melihat tingkah yuuya.

“ dari dulu nggak pernah berubah!!” gumam kento

==========

End….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar