Pagi itu rumah keluarga hanagawa terlihat sepi. Tentu saja karena seluruh anggota keluarga melakukan rutinitasnya masing-masing. Junko dan ryotaro yang harus bekerja dan ketiga anaknya sekolah. Yang ada hanya ren, masei, yuu, dan satu orang yang baru dua hari menghuni rumah itu, nissy.
“ ternyataaa…. Sepi ya kalau semua bocah-bocah itu pergi!!” keluh nissy pada masei.
“ yang buat ramai kan mereka! Coba kalau sudah siang, pasti ramai lagi!” jawab masei santai menanggapi keluhan kakaknya.
“ tapi kan sepiiiii…. Ne… masei… ada kerjaan ya?” tanyanya saat sadar masei sedang mengetik sesuatu di laptopnya.
“ seperti yang nii-chan lihat! Aku punya tugas liburan. Dan…. Bisa nii-chan jangan ganggu aku? Tugas ini harus kukirim nanti sore!”
“ jaaa….” Nissy keluar dari kamar masei. KRUCUUUUK~ “ harahetta~~” ia memegang perutnya. Sepertinya perutnya lapar lagi. Padahal baru 30 menit yang lalu ia makan. Iapun pergi ke dapur dan berharap ada sesuatu yang bisa dimakan. Namun hasilnya nihil. Ia tak melihat bahan makanan sedikitpun di kulkas. “ sepertinya si bule sedang belanja buat makan siang!” gumamnya. KRUUUCUK~~ nissy memegang perutnya lagi!
“ harahetta~~” ia pergi menuju kamar masei. Dari pada mati kelaparan, ia lebih baik menghampiri adiknya untuk dibelikan makanan.
“ masei, aku lapar!” keluhnya begitu masuk kamar masei.
“ ha!? Lapar lagi?? Bukannya baru tadi nii-chan makan!” masei berhenti mengetik dan memandang kakaknya.
“ tapi….” KRUUCUUUK~ “ aku lapar!!” rengeknya seperti anak kecil.
Masei hanya menggelengkan kepala. Kakaknya memang tidak berubah. Selalu kelaparan. Mungkin karena kebiasaan laparnya itu, kakaknya baru lulus dari delicious gakuin sekarang. Nissy pernah menghabiskan bahan makanan yang seharusnya dipakai untuk pertandingan.
“ nii-chan masak saja sendiri!”
“ nggak ada bahan makanan! Si bule nggak ada!”
“ bule?? Yuu?? Memangnya dia ke mana?”
“ sepertinya sedang belanja buat makan siang!”
“ tak ada satupun bahan makanan di kulkas?” masei mulai panik. Kalau sampai 30 menit lagi nissy tak makan, bisa-bisa ngambek dan sembunyi di bawah keranjang.
“ tadaima!” terdengar suara ren dari pintu masuk. Masei segera menghampiri ren diikuti nissy yang kelaparan di belakangnya.
“ ah! Ren-san… selamat datang! apa ren-san punya bahan makanan? Nii-chan kelaparan!”
“ hm… kebetulan saya baru dapat oleh-oleh sayuran dari teman saya. Akan saya ma…” kata-kata ren berhenti. Ia kaget melihat nissy asik makan sayur kol yang ia bawa.
Masei menepuk jidatnya. “ mulai lagi deh!” gumamnya.
“ aah!!! Nissy-san…. Jangan dimakan dulu!” ren memperingatkan nissy.
“ dhaijoubhu rhen-shan! Akhu sudhah therbhiasha! Enhak. Segher!” kata nissy dengan mulut yang penuh kol.
“ ha!?” ren bingung. Ia memandang masei meminta penjelasan.
“ nii-chan udah terbiasa makan-makanan macam begitu. Dulu waktu kami kecil, kami tinggal di perkebunan. Kalau dia lapar, apapun ia makan. Ren-san tak usah khawatir.” Masei menjelaskan pada ren. Ren hanya mengangguk. Ia masih tak mengerti makhluk di depannya yang asik makan kol.
=============
“HWAAA….. sayur yang segar!! Dapat di mana ren-san?” ujar nissy setelah makan beberapa kol.
“ em… teman saya yang tinggal di perkebunan yang memberi. Anda…. Suka?” Tanya ren ragu.
“ tentu saja! Aku tak pernah makan kol yang sangat segar! Arigatou ren-san!”
“ nii-chan!! Kasihan ren-san. Ia bawa sayur itu untuk makan malam nanti.”
“ eh? Benar?” Tanya nissy polos.
“ e.. ah iya! Tapi, nggak apa-apa kalau tadi nissy-san sedang kelaparan.”
“ nii-chan memang begitu! Baru 30 menit yang lalu ia makan. Kebiasaannya memang begitu. Jadi, sepertinya ia akan merepotkan lagi!”
“ anda… mirip yuki!” gumam ren
“ eh?” kata nissy dan masei bersamaan.
“ iya! Yuki kadang selalu kelaparan. Kadang-kadang 30 menit setelah makan, ia mau makan lagi! Tapi, ada perbedaan yang mencolok antara nissy-san dengan yuki!”
“ apa?” Tanya nissy.
“ ia sangat benci sayur. Sedangkan nissy-san, sangat suka sayur.”
“ yuki benci sayur?” nissy diam sejenak. Kemudian ia tersenyum jahil. Masei hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ekspresi kakaknya.
“ pasti ada ide gila!” gumamnya.
“ tadaima!” terdengar suara yuuya, yuki dan Ryo dari pintu gerbang. Yuki dan yuuya langsung menuju kamar. Sedangkan Ryo menghampiri ren sambil membawa kertas ulangan matematikanya.
“ ren-chan… aku dapat nilai 100!!” ujarnya bangga. “ nanti kasih liat papa dan mama!”
“ hebat!!” puji ren dan masei bersamaan. Selagi mereka mendengar cerita Ryo, Tanpa mereka sadari nissy sudah menghilang dari ruang tamu.
====================
end

Tidak ada komentar:
Posting Komentar