Selasa, 02 Agustus 2011

[Fanfic] What's Wrong With Tomo

Konbanwaa~
Malem ini mau ngepost fanfic what's wrong with tomo.
Terinspirasi sama perannya di hanakimi 2011....
XD
Hajimemashouuuu~~

======
What's Wrong With Tomo

Author: Hanagawa Yuki a.k.a Me
Genre: komedi?, OOC
Character: All 2-1 class member* ga tau siapa aja, tapi muncul di cerita ini... XD*
======

Kelas 2-1, kelas yang bisa tergolong kelas yang ribut. Kelas yang jadi tanggung jawab Minami Keisuke dan Takiguchi Yukihiro itu sebagian besar berisi cowok. Tapi di antara 20 siswa, di dalamnya ada 2 siswi. Mengapa bisa begitu? Karena kebanyakan siswi yang di tempatkan di kelas itu mengeluh karena siswa di kelas itu super berisik dan nggak bisa diam. Dan mereka lebih memilih pindah ke kelas lain. Lain halnya dengan yuki dan haru. Mereka tidak risih, tapi malah ikut-ikutan dengan keberisikan para siswa di kelas itu. Berkat itu pula, Takigawa Eiji, kepala sekolah seigaku, tidak perlu memusingkan akan diletakkan di kelas mana lagi kalau haru dan yuki nggak betah di kelas itu.

Pagi ini, kelas 2-1 tampak seperti biasanya. Berisik. Ini dikarenakan biang ribut di kelas itu sudah datang. Ookawa Genki, Sakurada Doori, Hamao Kyosuke, Hidemasa Shiozawa, Seto Koji, dan satu biang onar yang belum tampak batang hidungnya, Yanagishita Tomo. Biasanya, bila tomo sudah datang, doori berumpul dengan tomo. Ribut membicarakan game yang bagus. Sedangkan genki dan hamao asik membicarakan tempat makanan yang enak. Saat hide datang, genki sedikit menyingkir. Takut hide akan memainkan rambut keritingnya. Setopun asik membicarakan hal yang ingin dibicarakannya dengan yuki dan haru.  Itulah pemandangan tiap hari di kelas itu.

“ tomo lama banget sih?” keluh doori sambil mengulum permennya.

“ iya ya….. Biasanya jam segini dia udah nongol. Bahkan mungkin udah di seret yuki.” Lanjut genki. “ Oi, yuki…. Tomo masuk nggak?”

Yuki yang asik dengan hpnya, memandang genki yang duduk di 2 bangku sebelahnya.

“ kemaren sih dia bilang sekolah. Tapi, entahlah…. Mungkin bangun kesiangan gara-gara yuichi nggak dirumah…”

“ emang yuichi kemana?”

“ katanya sih ada urusan di luar kota. Tunggu aja. Bentar juga dateng…” jawab yuki santai.
Bel sekolahpun berbunyi. Tapi belum ada tanda-tanda tomo akan datang. Beberapa menit kemudian, kanesaki sensei masuk kelas dan mulai mengabsen.

“ yanagishita?” panggil kanesaki sensei.

“ hadir” tomo mengangkat tangannya. Bersamaan dengan itu, seluruh siswa di kelas itu kaget. Terutama yuki yang duduk di sebelah tomo.

“ kapan datengnya?”

“ kok bisa?”

“ kamu tau kapan dia dateng?”

Pertanyaan itulah yang dikatakan siswa kelas itu. Yah, tak ada yang sadar kapan manusia berpipi tembem itu masuk kelas.

“ ah, yanagishita hadir…” kanesaki sensei mencentang daftar hadir tomo. “ nah, ayo kita lanjutkan perlajarannya…..”

“ kapan kamu dateng?” bisik yuki perlahan pada tomo.

“ aku udah dateng dari tadi kok. Kalian aja yang nggak sadar..” tomo tersenyum. Entah kenapa senyuman tomo kali ini membuat yuki merinding.


“ Aneh….. tomo aneh…” ujar yuki saat makan siang.

“ apanya yang aneh, nyaa~” tanya seto.

“ tadi aku tanya kapan dia dateng. Dan dia jawab udah dari tadi. Aneh kan? Padahal doori nungguin dia dari tadinya…”

“ iya juga ya….” Adachi menyetujui.

Perlahan, mata seto, adachi dan yuki memandang tomo yang duduk rapi di bangkunya.
“ aneh nyaaaa~ tomo kenapa yaaa?” setopun akhirnya menyadari keanehan teman yang sejak kecil ia kenal itu. “ biasanya dia makan siang bareng kita. Tapi dia malah duduk diam di bangkunyaaa~~”

“ seto, auramu tampak agak kelam. Auramu terlihat kuat.” Tiba-tiba tomo sudah duduk di sebelah seto. Tangan kirinya memegang telinga, sedangkan tangan kanannya menerawang. Sontak 3 orang yang asik berbisik ria sedari tadi itu kaget. Bahkan adachi sampai jatuh dari kursinya.

“ t….tomo….. ngagetin aja….” Perlahan adachi bangkit dari tempatnya jatuh. Ia kembali duduk di tempatnya semula. Dan lega melihat bekalnya tidak jatuh.

Keanehan tomopun mulai disadari teman-temannya yang lain. Saat doori meminta tomo mengantarnya ke toilet, begitu doori keluar toilet, tomo sudah tidak ada di tempatnya. Saat Hamao mengajaknya mencari serangga untuk diteliti, dalam hitungan detik tomo sudah membawa serangga yang lumayan langka. Saat hide asik memamerkan rambut keritingnya yang baru pada takuya, ryo dan yusuke, tomo tiba-tiba duduk di sebelahnya dan berkata “ Auramu merah menyala. Hati-hati terbakar auramu sendiri” dan di saat hide hendak protes, orang yang bersangkutan menghilang dari tempat duduknya.

“ tomoooo~ Nanti datang ke klub ya… aku mau merancang strategi buat ngalahin rikkai! Mao juga ya!” ujar kapten klub tenis.

“ aura yang menyala. Yah, mungkin kali ini aku harus membantunya…” gumam tomo. Gumamannya itu didengar oleh yuki.

“ membantunya? Maksudnya?”

“ just wait and see~” tomo tersenyum. Yuki mendadak merinding. Entah kenapa sejenak aura sekitarnya tampak dingin karena kata-kata dan senyuman tomo.

==========

“ lalu, mana tomo?” protes kapten klub tenis saat melihat hamao datang sendiri ke ruang ganti. Seingatnya ia memperingati tomo dan hamao.

“ hah? Dia udah pergi dari tadi tuh. Abis beres-beres bukuku maunya aku ngajakin bareng, tapi dianya udah nggak ada di bangkunya. Terus aku tanya yuki, dia nggak sadar kapan tomo keluar.” Lapor hamao.

“ apa-apaan itu? Aargh, mana sih tu anak…”

“ ada apa senpai?” suara tomo terdengar dari loker dekat jendela. Hamao dan sang kapten hanya bengong melihat tomo yang sudah siap dengan seragam tenisnya. “ ah, aku udah siap. Duluan ke lapangan ya” pamitnya sambil menepuk bahu hamao.

“ kapan dia masuk?” tanya si kapten. Masih memandangi pintu yang dilalui tomo tadi.

“ um…. Mungkin dia emang ada di sini dari tadi. Cuma kapten aja nggak nyadar” hamao mencoba menghibur kaptennya. Dan dirinya sendiri yang mulai takut dengan keajaiban tomo.

“ nggak mungkin! Aku udah di sini sejak istirahat siang tadi. Dan….. aku nggak liat siapapun masuk kecuali kamu…”

Hamao dan kapten hanya bisa bengong tanpa mengetahui jawaban dari pertanyaan “ Kapan tomo masuk ke ruang klub?”

==========

“ Nyaaaaa~~ Tomo aneeeeh~~ Itu bukan Tomo-kuuu~” keesokan harinya begitu sampai kelas, seto langsung menghambur ke arah adachi dan memeluknya.

“ oioi…. Kenapa?” adachi panic karena seto tiba-tiba memeluknya.

“ hiks… kemarin kan nyaa~ hiks… aku sama tomo kan… hiks…. Pengen lotre… hiks… terus… hiks…. Aku bilang sama tomo nyaa~ hiks… aku pengen… hiks… menangin sepeda… hiks…. Terus… hiks…. Tomo Nyaa~ bilang… hiks…. Kalo aku… hiks…. Bisa dapet sepeda…. Hiks….” Cerita seto di tengah isak tangisnya.

“ lalu?” adachi, yuki, dan ryo mulai penasaran dengan kelanjutan cerita seto.

“ hiks…. Ternyata nyaa~ aku dapet sepedaaaaaa~”

“ terus anehnya?”

“ Pas aku… hiks…. Muter undiannya…. Hiks…. Tomo megang telinganya…. Hiks… satu tangannya nempel ke kotak undiannya…. Hiks….. dapet deh sepedanya…. Hiks….”

“ um…. Emang aneh sih.” Ryo berkomentar.

“ Yang paling aneh nyaaa~ Kata-katanya setelah…. Hiks… aku menang undiang… hiks… terus… hiks…. Aku tanya… hiks… kenapa tomo bisa yakin… hiks…. Padahal dulu-dulu… hiks… kalo ikut undian sama tomo… hiks…. Nggak pernah menang… hiks….”

“ emang dia bilang apa?”

“ hiks… hiks…. Mada-mada dane nyaaaa~” seto memeluk adachi lagi. 3 orang yang mendengar cerita seto yang sedikit aneh itu, hanya bengong.

“ dia ngomong pake ‘nyaaaa~’ nggak?” tanya yuki.

“ nggak dong nyaaaa~ itu kan hak ciptaku”

3 orang lainnya hanya mengangguk.

“ tomoooo~ boleh ngomong bentar nggak?” tanya doori saat istirahat siang. Sebenarnya ini siasat anak-anak kelas 2-1 yang nggak tahan dengan keanehan tomo. Diutus doori yang mengorek informasi ke tomo. Awalnya doori menolak karena takut diapa-apain sama tomo yang lagi aneh. Tapi karena ancaman anak sekelas, mau nggak mau doori yang maju.

“ kenapa?”

“ um.. gini….” Doori duduk di depan tomo. “ 2 hari ini kayaknya kamu agak aneh. Apa ada sesuatu?”

Tomo diam memandang doori yang duduk menatapnya. Kemudian ia tersenyum. “ anak-anak kelas ini aneh semua ya. Aku nggak aneh kok. Kalian aja yang terlalu menganggapku aneh…” sejenak, doori merinding melihat senyum tomo.

“ ah… be… begitu… ya….”

Tomo mengangguk. “ nah, bilang sama mereka, aku baik-baik aja kok….” Ujar tomo sambil menunjuk kumpulan anak kelas 2-1 lainnya yang berkumpul di dekat meja guru. Doori mengikuti arah tunjukkan tomo.

“ ah, ta….” Saat doori berbalik, orang yang bersangkutan sudah hilang dari tempatnya semula. Beberapa detik kemudian, dooripun pingsan.

Pelajaran hari itu dilanjutkan dengan misteri hilangnya tomo yang tak seorangpun melihatnya keluar kelas, tapi sudah duduk rapi di tempat duduknya saat jam pelajaran selanjutnya. Dan doori yang tidak ikut pelajaran karena harus digotong ke ruang kesehatan.

==========

Keesokan harinya……

“ Ohayouuuuuu~” tomo masuk kelas dengan riangnya. Mendadak semua orang yang ada di kelas itu memandang tomo yang masih berdiri sambil mengangkat tangannya di pintu masuk. “ oioi… kalian kenapa? Kayak liat hantu aja…” protes tomo menyadari pandangan aneh teman sekelasnya.

“ kamu…… udah balik?” ryo angkat bicara melihat teman-temannya bengong memandang makhluk berpipi tembem yang kini sedang meletakkan tasnya di bangkunya.

“ balik? Aah, aku tahu…. Kalian kangen sama aku kan?” tebak tomo sembarangan.

“ Ha?” seru anak kelas 2-1 bersamaan.

 " hmm… mentang-mentang aku nggak masuk beberapa hari, kalian kangen sama aku….”
Semua siswa di kelas itupun saling berpandangan. Semakin nggak ngerti dengan keadaan tomo.

“ matte, kamu nggak masuk? Kapan?” tanya doori.

“ hum? Sejak awal sekolah sampai kemarin. Aku baru masuk hari ini. kenapa?” tomo mulai penasaran dengan sikap aneh teman-teman sekelasnya.

“ terus, tomo yang kemaren itu….. siapa?” tanya yuki.

“……… Ha?”
==========
END

Ohohoho..... Ga jelas kan?
Karena lagi-lagi saia kehabisan ide... XD

Jaa, Mata Nee~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar