Sabtu, 11 September 2010

Happy Birthday Ryo-chan.....


 Wanna say:
 Otanjoubi Omedetou Ryo-chan......
Happy Sweet seventeen....... 
entah dia masih jadi artis atau nggak, yang jelas semoga makin sukses.....
Yup, satu lagi present buat ryo-chan.....
here we go,,,
==========

“ ryo, kamu mau kado apa?” Tanya yuki tiba-tiba saat mereka sedang asik nonton tv di ruang keluarga.
“ ha?”
“ 2 hari lagi kan ulang tahunmu, kamu mau hadiah apa?”
“ aneki, kalo aneki Tanya ke aku, bukan kado lagi dong namanya….” Ryo memandang kakak perempuannya.
“ denger ya…” yuki membetulkan posisi duduknya. Dengan wajah serius ia melanjutkan… “ kalo orang kebanyakan, cari tau sendiri terus kasih surprise….. aku ga mau ngelakuin hal yang sama dengan orang-orang itu….. aku mau kasih kamu hadiah dengan caraku sendiri. Dan beginilah caraku…. Wakaru?”
“ hem…. Walau aneh, aku ngerti kok…. Kapan sih aneki punya pikiran seperti orang kebanyakan….” Ryo kembali membaca majalah yang dibawanya. Saat hendak berkonsentrasi membaca majalahnya, pipi ryo ditarik yuki.
“ aku emang aneh… gini-gini aku kakakmu….”
“ wawawa….. atif…. Hanehi….. hefas….” Ryo mencoba melepaskan cubitan yuki. Sadar akan adiknya kesakitan, yuki melepaskan cubitannya. “ aneki mau bunuh aku ya!!” omel ryo sambil memegang pipinya yang mulai merah.
“ nah, jawabannya??”
Ryo memandang yuki sejenak, kemudian memasang pose berpikir. Tangan kanannya mengelus dagu. “ nani ka naaaa?? Aku lagi nggak pengen apa-apa. Nanti kalau aku udah nemu apa yang aku pengen, aku kasih tau aneki deh….”
“ yah, apa boleh buat…… batasnya nanti malem ya!!”
Yuki kembali menyubit pipi ryo sebelum kembali ke kamarnya.
“ ANEKIIIII”…. Teriak ryo.
==========
“ hadiah yang tepat buat anak umur 17?” Tanya tomo. Hari ini yuki mencoba mengumpulkan data. “ buat adikmu??” yuki hanya mengangguk. “ wah, aku nggak tahu. Aku kan nggak punya adik cowok.”
“ tapi, kalau yuichi ulang tahun, kamu kasih dia apa??”
“ aku? Hem….. aku beliin game terbaru dan tersulit. Dia pasti senang. Tapi entah ya ryo sama seperti yuichi atau nggak.”
“ haaaaaa…… susah banget nyari kado buat ryo.”
“ hei, kalau yuya senpai ulangtahun kamu kasih dia apa??”
“ dia? Aku acak-acak kamarnya.”
“ itu kamu bilang kado??” tomo menatap yuki dengan pandangan heran.
==========
“ kado yang bagus buat ryo?” Tanya ren. Kali ini yuki bertanya pada ren. “ hem, iya juga ya…. Ulang tahunnya 2 hari lagi.” Ren tampak berpikir keras. Sepertinya dia belum mempersiapkan kado untuk ryo.
“ mau kerja sama??” ujar seseorang di pintu masuk kamar ren. Yuki dan ren serempak menoleh kea rah asalnya suara. Serempak pula mereka kaget melihat yuya berdiri sambil melipat tangannya di dada. “ gimana? Mau nggak?”
“ he? Kerja sama gimana maksud niichan?”
Yuya melemparkan sebuah majalah kea rah yuki. “BUKU KUMPULAN CARA MEMBUAT KUE YANG SEDERHANA DAN ENAK”
“ maksud niichan……… kita buat kue?” Tanya yuki tak yakin. Seingatnya terkhir kali yuya masak-di rumah kanata- hasil masakannya meledak. Sampai-sampai rambutnya keriting 3 minggu.
“ ya iyalah. Masa’ buat rumah….. gimana?? Mau?”
“ hem,” yuki tampak makin tak yakin dengan kepercayaan diri yuya. Ia melirik kea rah ren-meminta pendapat- ren hanya tersenyum ragu. Sepertinya ia sama ragunya dengan yuki. “ yakin?”
Yuya memandang yuki. “ kenapa? Kamu ragu sama kemampuan masakku??”
“ tentu saja…” ujar yuki tegas. “ ingat pertama kali dan untuk terakhir kali niichan masak di rumah kanata senpai…..”
“ oh, itu kan karena kanata memasukkan bahan-bahan aneh ke masakanku. Begitulah jadinya.”
“ err…… apa sih bedanya niichan sama kanata senpai?? Sama anehnya……nah, gimana kalau kita minta bantuan tomo?”
“ si pipi bantal?? Buat apa?”
“ dia kan lumayan jago masak tuh….. kita bisa minta dia ngajarin kita. Yuichi juga lumayan bisa diandalkan.”
“ bolehlah. Cepat telepon dia. Besok kita mulai masak. Siang pulang sekolah kamu belanja. Ini uang sumbangan dari aku.” Setelah memberi yuki uang, dengan santainya yuya meninggalkan kamar ren.
“ apa-apaan itu!!” protes yuki.
==========
“ HAH!? Ngomong sekali lagi!!” omel yuki. Hari ini dia sudah berada di rumah tomo. Setelah berbelanja dan menyiapkan semua alat-alat dan bahan, ia ditelepon yuya.
“ maaf aku nggak bisa ikut. Si kelelawar hidup itu memaksaku buat proposal baru.”
“ hah!! Apa-apaan alasan itu!!” yuki menutup teleponnya. Tomo yang takut-takut di sebelahnya, mencoba meredakan amarah yuki.
“ Konnichiwaa~…. Wah, ada yuki…” sapa yuichi ramah. “ eh, yuki kenapa? Kusut banget wajahnya….”
“ niichan tuh. Ingkar janji….”
“ oh, ya udah, jangan terlalu dipikirin. Bukannya kamu mau masak?? Cepet dimulai. Keburu sore.”
Dengan bujukan yuichi, yuki akhirnya bangun dan mengambil celemeknya.
Yuki kembali ke rumah sore harinya. Akhirnya hanya kue yang bisa dia berikan untuk ryo.
“ tadaima…” ujar yuki begitu masuk rumah.
“ okaeri aneki….. tumben sore pulangnya…” sambut ryo. Sejak 2 hari kemarin yuki tak bertemu ryo. Entah ada pengaruhnya atau tidak, yuki merasa wajah ryo berubah. Lebih dewasa. Dan yuki menyadari sesuatu…….
“ Heh, bocah!! Kamu inget nggak punya janji sama aku??” protes yuki sekembalinya dari dapur. Mengamankan kue tartnya di lemari es.
“ hun? Nani?? Ah…..” ryo mulai mengingat janjinya pada yuki. “ gomen aneki….. aku lupa.”
“ lalu jawabannya??”
“ aku lagi nggak pengen apa-apa…… ah, aku punya 1…..” ryo melirik yuki.
Yuki merasakan firasat buruk dari tatapan adiknya yang mulai beranjak dewasa itu…..
==========
“ Otanjoubi omedetou, ryo-chan….” Junko memberikan selamat untuk ryo. Dilanjutkan dengan ryotaro, ren, shouma, masa, dan yuu.
“ minna, aku tau kalian sayang sama aku…… tapi, tolong jangan panggil aku dengan sebutan –chan lagi…. Aku kan sudah 17 tahun.” Pinta ryo. Junko tertawa mendengar permintaan putra bungsunya.
“ un, wakatta…. Ryo-kun….” Ujar junko sambil mengelus rambut ryo. “ nah, ini kado dari mama dan papa…..” junko menyerahkan kado dengan bungkus warna ungu, bergambarkan kachiro. Dengan semangat ia membuka kado itu. Isinya…… sepertinya nanti saja dijelaskan.
“ sankyuu mama….. suki da….” Ujar ryo.
“ ini dari aku, aku, aku, aku dan niichan….” Yuki dan yuya muncul dari ruang keluarga. Sambil membawa kue bikinan yuki.
“ hei, kenapa kamu menyebutkan dirimu berulang kali?” protes yuya.
“ karena sebagian besar yang ngerjain kan aku.” Jelas yuki. “ aku buat ini dibantu yuichi dan tomo. Jadi, ini sekalian kado dari mereka.” Yuki menyerahkan kotak putih yang lumayan besar pada ryo.
“ waaaaa….. sepertinya enak. Sankyuu, minnaaaa~” ujar ryo begitu melihat kue hasil karya yuki. Yuki merasa lega. Walaupun permintaan adiknya tadi sore sangat tidak ia suka.
“ aku mau kita bertiga, aniki, aneki, dan aku foto bareng……”
Mau nggak mau, yuki menuruti permintaan, tidak, lebih tepatnya perintah ryo. Dan yang lebih memalukannya lagi, junko dengan semangatnya mencetak foto mereka di hiasan mug kecil yang ia hadiahkan untuk ryo.
Setelah perdebatan kecil yuya dan yuki, kini mereka tengah menikmati kue buatan yuki dan tomo. Ryo kembali memandang hiasan mug yang diberikan junko.
Yah, semua orang di rumah ini tau, hanya ryolah yang bisa melerai pertengkaran yuki dan yuya. Dengan cara apapun…….
==========
Owari…..

Yeah, akhirnya selesai juga….. setelah kebut 2 jam mikirin cerita, beginilah hasilnya…. Entah, terasa aneh…..
Ja, mata ne…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar